Monday, July 30, 2018

Su-30SM Flanker-C


Su-30SM merupakan pesawat tempur multiperan yang dikembangkan oleh Biro Desain Sukhoi JSC,dan ini merupakan varian spesial untuk Thrust Vectoring pada Su-30MKI dan varian MKM untuk Angkatan Udara Rusia.Pesawat ini merupakan derivatif mutakhir untuk keluarga Su-30MK.Pesawat ini dari pabrikan Irkut Corperation,Perusahaan yang berada di Rusia.Su-30SM pertama didesain untuk Kementrian Pertahanan Rusia (MoD) yang kemampuannya terbang perdana tahun 2012.

Saturday, July 28, 2018

Su-27SM/SM3 Flanker-B


























Su-27SM (Serial Modernized) perbaikan dan modernisasi untuk Su-27 multiperan dan dilakukan dibawah kontrak yang ditandatangani di tahun 2004 dan menyediakan perbaikan dan modernisasi untuk Su-27 AU Rusia.Modernisasi Su-27 ini tidak mempengaruhi program pesawat tempur generasi ke 5.Su-27SM merupakan penempur yang efektif daripada baseline Su-27.Modernisasi Su-27 merupakan pesawat yang setara dengan Generasi 4++.Pesawat pencegat akan lebih efektif jika menyerang target di udara dan darat.Pesawat ini sangat berbeda dengan pesawat tempur generasi ke 5 dengan visibilitas yang tinggi dan peralatan teknis yang mencukupi.

Friday, July 27, 2018

Su-30MK


Di awal pertengahan 80-an,komando pertahanan udara negara menyatakan keinginan memodifikasi khusus dari Su-27 versi kursi ganda,yang dapat digunakan sebagai penempur jarak jauh,tetapi juga semacam komando udara untuk penempur tunggal Su-27.

Su-30M2





























Su-30M2 merupakan varian kursi ganda penempur Su-30.Dan dilengkapi senjata berpresisi tinggi dan bisa menyerang target di darat maupun di udara.

Thursday, July 26, 2018

MiG-35 Super Fulcrum


Dalam membeli Alutsista,ada satu "hukum" tidak resmi:pakai dahulu yang akan ditawarkan/dijual.Sejarah membuktikan,jarang ada yang mau membeli dagangan negara produsennya sendiri yang belum memakai.Apalagi jika alutsista masih dalam status pengembangan

Wednesday, July 25, 2018

Yak-141 Freestyle,Pesawat Tempur yang merupakan cikal bakal dari F-35B























Pesawat tempur generasi ke-5 F-35 mungkin telah banyak menjiplak model dari Yak-141 Freestyle milik Uni Soviet (kini Rusia),tetapi ia merupakan model yang unik

Sunday, July 22, 2018

Su-27KUB (Su-33UB)


Su-27KUB merupakan varian kursi ganda dari Su-27 Flanker vesi kapal induk yang sudah terbang pada tahun 1987 dan sudah resmi masuk operasional ke dinas Angkatan Laut Rusia pada Agustus 1988.Desainisasi dengan nama project T10KUB.Sebuah prototype TU10KUB-1 (no.21) sudah dibuat di Komsomolks-on Amur tahun 1995-1998 dan sudah dirakit di Moskow.Penerbangan pertama T10KUB tanggal 29 April 1999 by V.G Pugachov dan S.N Molnikov.Kedua Su-27K dan Su-27KUB fiture karakteristik Sukhoi "Integral triplane layout," kombinasi kanard,sayap utama dan stablilizer.Dan perbedaan eksternal utama pada KUB adalah bagian depan yang sangat mirip dengan Su-34 Fullback pesawat tempur di kapal induk.Nantinya akan memulai debutnya di Paris Air Show 1995.Bagian dari 2 pesawat angkatan laut,dengan hidungnya yang mirip Su-34 Fullback pesawat frontline yang akan menjadinya tulang punggung Angkatan Udara Rusia pada yang akan datang.

MiG-29SMT


MiG-29SMT (Produk 9.17) merupakan paket upgrade dari MiG-29 generasi pertama (9.12 ke 9.13) yang berisi banyak peningkatan untuk MiG-29M.Tangki bahan tambahan bakar yang berada di punggungnya diperbesar untuk meningkatkan terbang jarak hingga 2,100 km dalam bahan bakar internalnya.Di kokpitnya sudah mempunyai desain HOTAS yang sudah diupgrade.Dua 152 x 203 mm (6x8 inci) colour liquid crystal MFDs 2 layar kecil monokrom LCD.Zhuk-M yang sudah ditingkatkan yang sudah disediakan di MiG-29 dengan fitur yang sama.Dan mesinnya sudah memiliki mesin RD-33 ser.3 yang sudah ditingkatkan dengan pendorong afterburner,dinilai samadengan 8,300 kgf (81.4kN).Dan senjata yang di tenteng sudah naik  ke 4,500 kg di 6 cantelan di bawah sayap dan satu di bawah perut,Dengan pilihan senjata yang dengan varian MiG-29M.Untuk pesawat yang sudah diupgrade diwarnai badannya untuk avionik dan senjata diluar Rusia.

Saturday, July 21, 2018

Inggris resmikan Pesawat Tempur Siluman Generasi ke 6 terbarunya



Pada tanggal 16 Juli 2018,Menhan Inggris Gavin Williamson mengumumkan pesawat tempur baru yang sudah dirancang dan diberi nama Tempest.

Mengumumkan Strategi Udara Tempur yang baru di acara Farnbrough International Airshow 2018,Williamson mengatakan dia telah mengambil peran untuk memperkuat peran Inggris sebagai pemimpin global disektor ini.

Dia menguraikan strategi di depan mock-up purwarupa Tempest,pesawat tempur generasi keenam terbarunya yang dikerjakan Tim Tempest,sebuah konsersium termasuk BAE System,Rolls-Royce,Leonardo dan MBDA,bekerja sama dengan kemenhan.

"Kami telah memimpin dunia dalam sektor perang dalam satu abad,dalam berbagai keahlian dan teknologi yang pantas ditiru,Dan Strategi ini memperjelas kami bertekad untuk memastikannya tetap disitu.Ini menunjukan sekutu kita bahwa kita terbuka dan mau bekerja sama untuk melindungi langit di masa depan yang semakin terancam-dan model ini hanya sebatas konsep saja ke masa depan dan seperti apa yang kita lihat,"Kata Williamson.

Menurut detail pertama yang diungkapkan sejauh ini,Tempest akan menampilkan semua teknologi yang menarik (dan juga keren) yang sedang dalam pengembangan (dan beberapa kasus sudah dletakkan):Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin,Drone "Berkelompok",Direct Energy Weapon,etc.

Firut-fitur yang akan ada di tempest.(sumber gambar :BAe System)

Inggris berencana menginvestasikan 2 milliar GBP dalam Strategi Perang Udara Tempest."Keputusan awal tentang bagaimana mendapatkan kemampuan akan dikomfirmasi pada tahun 2020,sebelum keputusan investasi final dibuat pada tahun 2025.Tujuannya adalah platform generasi berikutnya akan memiliki kemampuan operasional pada tahun 2035,"kata menhan Inggris di siaran pers setelah pengumuman.Diperlukan waktu yang dibutuhkan untuk membuat pesawat tempur generasi keempat dan kelima (termasuk F-35 yang paling kontroversial),kemampuan operasional (awal) dalam 17 tahun dari sekarang tampaknya merupakan batas waktu yang cukup optimistis (atau agresif).Pastinya Tempest yang dimaksud untuk menggantikan peran Eurofighter Typhoon pada akhir tahun 2030-an atau awal 2040-an.Selain itu,rencana saat ini tidak termasuk penundaan yang disebabkan oleh negosiasi Uni Eropa dan onboarding Eropa lainnya.Tidak jelas apa yang akan dilakukan Prancis dan Jerman untuk pesawat tempur generasi ke 6 mereka yang diumumkan di April lalu pada ILA 201,tetapi Italia sudah mendukung pesawat tempur Inggris terbaru yang diterbangkan oleh Leonardo,yang bertanggung jawab untuk avionik dan EW suite terbaru),di antara yang lain,adalah kandidat alami untuk bergabung dengan proyek dan menginvestasikan uang dan keterampilan didalam Tempest daripada "système de combat aérien du futur," atau SCAF, yang tampaknya menjadi usaha patungan yang lebih "tertutup" saat ini.


Melihat model Tempestnya saja ia memiliki kemiripan penempur siluman saat ini,seperti F-22 milik USAF dan F-35.psawat ini memiliki desain sayap delta yang digerakkan sama dengan pesawat tempur UCAV Demonstrator (Unmanned Combat Air Vehicle) seperti X-47B Pegasus dan nUEUROn ,tetapi kehadiran stabilisator yang berkesan menunjukan "preferensi untuk kelincahan penempur karena membantu stabilitas horizontal selama manuver,terutama dalam rezim penerbangan ekstrim,.Namun mereka juga membatasi sejauh mana tanda radar pesawat tempur dikurangi,terutama terhadap tipe radar "anti stealth"berfrekuensi rendah,"komentar Aerospace dan analisis pertahanan Justin Brook dari Royal United Service Institute (RUSI).Dengan kata lain,Tim Tempest tampaknya lebih memilih kelincahan terhadap observabilitas rendah,seolah-olah stealthness akan menjadi kurang penting daripada kemampuan untuk manuber melawan rudal masa depan dan pesawat musuh dalam skenario masa depan.

Secara umum,bentuk Tempest mengingatkan kita pada BAe replica,model pesawat siluman Inggris yang dikembangkan oleh BAe pada tahun 1990-an dan digunakan dalam tes radar untuk FOAS (Future Offensive Air System).Setelah program ini sudah dihancurkan pada tahun 2005,dan program ini digantikan oleh Deep and Persistant Office Capability (DPOC) yang sendiri dibatalkan pada tahun 2010,setelah tinjauan pengeluaran militer Inggris.Taranis UCAV (Unmanned Combat Air Vehicle) sistem percontohan semi otonom yang mampu membawa berbagai macam senjata,termasuk PGM (Precision Guided Munition) dan Rudal udara-ke-udara,muncul sebagai penerus FOAS

Model skala penuh milik BAe replica menjadi terkenal ketika terlihat dipasang,dipindahkan,pada tiang (dan tipenya khas konfigurasi yang digunakan untuk uji coba tanda radar di pesawat).dan difilmkan di fasilitas BAe system di Warton,in Lancenshire,di Inggris pada tahun 2014.

model tiang BAe Replica di Warton,Inggris,2014.

Meskipun sayapnya berbeda,BAe replica memiliki 2 mesin pendorong,intake supersonik tanpa pengalir dan sirip yang ditemukan pada Tempest.Dibandingkan dengan BAe Replica,Tempest muncul memiliki badan yang lebih besar.(dengan sayap delta yang lebih besar)yang mungkin akan meningkatkan bahan bakar dan muatan.

Pentingnya dalam Tempest yang akan menunjukan kokpit untuk mengakomodasikan pilot pada pesawat tempur generasi ke 6 akan ada "opsi awak".Dan kemungkinan akan pesawat generasi lanjut akan bisa terbang sebagai drone.Disitulah untuk masa depan pilot pesawat tempur sudah dimulai.


Sumber dan Gambar:https://theaviationist.com/2018/07/17/lets-have-a-look-at-the-tempest-uks-6th-generation-combat-aircraft-mock-up-unveiled-at-the-farnborough-air-show/

dan saya terjemahkan dengan google translet dan saya koreksi dengan bahasa saya sendiri.

Screeenshot:by me

Friday, July 20, 2018

Airbus Beluga XL akhirnya Terbang Perdana


Airbus Beluga XL akhirnya terbang dari Toulouse Prancis pagi ini untuk terbang perdana.

Lebih dari kerumunan 10.000 orang,termasuk karyawan dan subkontraktor dari manufaktur pesawat Eropa bertepuk tangan saat Beluga XL mengangkasa.

Dihiasi dengan mulut paus dan mata pada kedua sisi hidungnya,Beluga XL direncanakan akan menggantikan Airbus Beluga ST yang beroperasi saat ini.

Pesawat yang baru mengangkasa ini,memiliki ukuran 20 kaki atau 6 meter lebih panjang dan mampu membawa muatan 51 ton atau enam lebih berat dari Beluga ST yang ada hingga kini.Dan juga memiliki gelembung lebih besar berukuran 6 meter lebih panjang daripada Beluga ST

Untuk mentenagai pesawat ini,dibutuhkan 2 mesin Rolls Royce Trent 700 turbofan engines dengan biaya  530 poundsterling masing-masing dan keduanya memiliki gaya dorong sebesar 316kN.

Pesawat baru ini memiliki panjang 6 meter dan 1 meter lebih lebar,ini berarti bisa membawa 2 sayap A350 sekaligus.

Selain terbang di atas kota Toulouse Prancis,uji coba pesawat itu termasuk kunjungan wilayah utara Wales setelah landasan pacu bandara Flintshare ditingkatkan agar bisa menampung pesawat ini.

Program ini dsudah direncanakan pada November 2014.Pesawat ini ditugaskan membawa bagian pesawat Airbus lainnya dari lokasi produksi yang berbeda dari seluruh Eropa di jalur perakitan akhir Toulouse,Prancis dan Hamburg,Jerman.

Pesawat ini direncanakan dibuat sebanyak 5 unit dengan paus tersenyum ini oleh Airbus di masa depan.

Sumber:
https://www.thesun.co.uk/travel/6817581/whale-in-the-sky-beluga-plane-takes-maiden-flight-from-toulouse-airport/

https://internasional.kompas.com/read/2018/07/19/19253801/airbus-beluga-xl-terbang-perdana-di-atas-kota-toulouse

Sumber gambar:https://twitter.com/Airbus





LM-100J mulai terbang di Farnbrough International Airshow 2018

Meski statusnya hanya sebagai pesawat militer saja,LM-100J versi sipil Lockheed Martin ini sangat cocok untuk berbagai tugas sekaligus.Sebagai tugas pemadam kebakaran,4 baling-baling menawarkan berbagai pilihan 2 tangki atau tanpa tangki bahan bakar.Peran lainnya dapat mengirimkan kargo yang lebih besar ke lokasi yang tidak dijangkau dan mengangkut VVIP.

Lockheed Martin mempercayai kenyamanan LM-100J versi sipil untuk bertugas sebagai pemadam kebakaran,dan juga mempromosikan 4 mesin turboprop untuk berbagai tugas sipil dan perintah.Mulai dari mengangkut kargo berukuran besar penerbangan yang keras untuk angkut VVIP dalam akomodasi penumpang khusus.

Dua LM-100J sekarang sudah terbang,dengan unit ketiga hampir selesai.Mereka adalah bagian dari lima pesawat yang dipesan pelanggan yang tidak disebut namanya.Dengan pegiriman lebih awal yang direnacakan untuk tahun ini dengan diikuitnya penghargaan yang akan disetujui dari FAA (Badan Penerbang AS)

LM-100J memiliki berbagai perbedaan dari Hecules versi militer.Dengan dihilangkannya perlengkapan militernya.Kargo Ini memiliki ketahanan 9g yang ditambahkan dinding pada ruang kargo yang lebih maju.Honeywell RDR-400 Series weather radar,and immarsat Swiftbroadband satcoms.Dengan mesin GE Aviation flight management system yang sudah dipasang.Sangat mirip dengan yang dipasang pada Boeing 737 

Dijalankan dengan Block 8.1 software datalink yang menyediakan CNS/ATM air traffic untuk kebutuhan di masa depan.Dua C-130 militer militer juga terlibat dalam uji coba operasional dan evaluasi iterasi perangkat lunak ini.

Untuk tugas pemadam kebakaran,LM-100J bisa diusulkan 2 sistem,yang keduanya dengan sistem tangki roll-on/roll-off sehingga bisa digunakan untuk tugas lainnya ketika tidak sedang bertugas sebagai pemadam kebakaran.Yang lebih sederhana dari keduanya adalah sistem pemadam kebakaran udara modular (MAFFS) II, yang menawarkan kapasitas 13.250 liter (3.500-galon) dengan retardant yang dikeluarkan oleh udara terkompresi melalui saluran yang keluar melalui pintu penerjun payung. MAFFS II sudah digunakan pada C-130J milik AU AS.

Alternatifnya,FireHerc bisa membawa sistem pengiriman udara Coulson Aviation retardant (RADS) yang disertifikasi pada legacy C-130. Pada 15.140 liter (4.000 galon) sistem ini memiliki kapasitas yang lebih tinggi daripada MAFFS II, dan pembangunan 18.925 liter (5.000 galon) direncanakan. RADS adalah sistem gravitasi-drop dengan tingkat pengiriman variabel. Sistem ini dapat digunakan dari ketinggian yang lebih tinggi daripada MAFFS II dan memberikan pola cakupan yang lebih tepat. Namun, sistem memang membutuhkan beberapa modifikasi airframe karena mengeluarkan retardant melalui port di bawah pesawat.

Legacy Hercules sudah terbang untuk tugas sebagai pemadam kebakaran hingga bertahun-tahun.Generasi terbaru LM-100J memiliki sejumlah aksesoris yang memberikannya untuk misi yang menantang, termasuk extende-service-life wings yang dapat menangani turbulensi tinggi yang berulang kali hingga terjadi kebakaran. Pesawat ini memiliki sistem advanced stall awareness/system yang bisa ditangani pemadam api, serta sistem penghindaran tabrakan dan sistem pendeteksi angin.Dengan sistem avionik digital termasuk layar HUD utama yang membuat pilot bisa melihat keluar.

Yang terpenting, LM-100J sangat lincah pada level rendah dan memiliki daya margin yang cukup besar, atribut yang ditunjukkan selama tampilan udara pesawat minggu ini di Farnborough Airshow. Kinerja pesawat pada tingkat rendah dalam kondisi panas dan tinggi menyelaraskan LM-100J idealnya dengan persyaratan misi pemadam kebakaran.

Sementara itu, Lockheed Martin sedang mengeksplorasi teknologi yang akan memungkinkan LM-100J untuk memadam kebakaran di malam hari, kegiatan yang saat ini tidak dilakukan oleh pesawat tanker sayap-tetap. Perusahaan ini sedang memeriksa sistem pencitraan inframerah bukaan spektrum dengan sensor yang terletak di sekitar badan pesawat, menyatu dengan data dari sistem lain seperti radar gelombang milimeter yang dapat membentuk sistem visi sintetis yang memberi awak area yang luas tentang helm yang dipasang di atas tampilan.

Memperluas misi ke dalam jam malam memiliki arti penting bagi para pemadam kebakaran di luar hanya memungkinkan kebakaran dipadam lebih lama, karena kebakaran biasanya berada di malam hari dan lebih mudah dikendalikan. Selain itu, jika terjadi kebakaran di malam hari, dapat dihadiri setiap saat, daripada harus menunggu hingga fajar.



Sertifikasi untuk Hercules versi sipil

Dua LM-100J terbang Lockheed Martin sekitar 80 persen melalui proses sertifikasi, yang akan berakhir pada musim gugur ini. Karena desain C-130J disertifikasi sebagai L-382J pada tahun 1998, LM-100J disetujui melalui proses Type Design Update (TDU), yang membutuhkan sekitar 200 jam uji terbang. Sifat digital LM-100J memungkinkan data mudah diambil, meskipun sejumlah kecil peralatan uji tambahan dipasang.

Sertifikasi terbang difasilitasi oleh pilot uji kepala Lockheed Martin yang ditunjuk Perwakilan Teknis Desain (DER) yang ditugaskan FAA, yang memungkinkan pengujian penerbangan dilakukan sesuai dengan persyaratan FAA tanpa perlu kehadiran personel agensi. Konsep ini memungkinkan Lockheed Martin untuk melakukan tugas-tugas yang diperlukan sendiri dan kemudian memanggil perwakilan FAA untuk diperiksa.

Sebagai bagian akhir dari proses TDU, FAA sendiri melakukan tes fungsi dan reliabilitas (F & R) yang diperlukan untuk Bagian 25 persetujuan, di mana perwakilan agensi mengambil pesawat udara selama dua hingga tiga minggu untuk melakukan penerbangan apa pun yang mereka anggap perlu.Kampanye F & R dilakukan oleh gabungan kru FAA / Lockheed Martin.


Menghadiri masalah sertifikasi lainnya, beban misi seperti tempat duduk berpilet dan sistem kargo khusus memerlukan sertifikat tipe tambahan. Bagian yang ditujukan untuk LM-100J memiliki nomor yang berbeda dari rekan militer mereka, membutuhkan penyimpanan dan dokumentasi terpisah. Pabrik Marietta, Georgia telah menjadi fasilitas produksi bersertifikat FAA L-100 sipil Hercules generasi pertama diproduksi di sana antara 1964 dan 1992.

Sumber dan gambar:https://www.ainonline.com/aviation-news/air-transport/2018-07-18/lockheed-martin-launches-fireherc



Monday, July 16, 2018

J-15 Flying Shark akan diluncurkan dengan ketapel

Sumber:AviationInternationalNews


Akhir-akhir ini,Angkatan Laut China akan menguji J-15 dengan CATOBAR (Catapult Resistant But Arrested Recovery) atau sistem ketapel untuk meluncurkan pesawat dari kapal induk.Ini rumornya China sudah sukses membangun EMALS sejak November 2016,tetapi tidak laporan yang tidak mendetail dari gambar itu dari waktu ke waktu.

Di foto tersebut,terlihat sebuah purwarupa Shenyang J-15 "Flying Shark"dengan roda pendarat yang didesain untuk catapult resistant but arrested recovery (CATOBAR).Didepan dan belakang roda pendarat itu ada tongkat pengait untuk peluncur.Yang sangat mirip pada sistem rel peluncur EMALSnya Amerika.J-15 merupakan airframe dari Su-33 Flanker D buatan Rusia

Didepan laksamana Admiral Ma Weiming,Pakar populsi dan tenaga untuk PLAN,mengatakan dalam seminar Universitas bahwa dia yakin EMALS akan dipasang di Kapal induk no.3.Seorang analisis China mencatat ini bisa merujuk kepada pihak ketiga untuk membangun kapal induk.Ma mengatakan untuk rencana membangun kapal induk ketiga sudah ditunda.Sejak Angkatan Laut China mengevaluasi ketapel UAP dan EM.Dia mengatakan EMALS sangat cocok,lebih kompleks dan murah daripada ketapel uap dan keputusan akan datang dalam hitungan minggu.

China akan membangun fasilitas untuk baik uap konvensional atau CATOBAR dan sistem rem peluncur EM yang sama dengan dengan rel uap

Profesor Wang Quan,seorang analisis di Pusat Penelitian Strategi Keamanan di Militer Nasional,Mencatat bahwa menggunakan EMALS pada kapal induk bertenaga konvensional akan mengkonsumsi energi tambahan sehinggan mengkompromi efektivitas tempur kapal induk.


Bersamaan dengan itu,Media pemerintah China telah merilis video J-15 yang sedang melakukan sorti di Liaoning.Beberapa dari mereka sedang membawa rudal anti kapal YJ-83K.Tim kapal induk itu sedang menuju Laut Cina Selatan.Dimana China memegang klaim atas kontrol wilayahnya.Menurut laporan terbaru Pentagon soal kekuatan militer China,Grup tugas kapal induk Liaoning melakukan integrasi putaran kedua disana bulan Desember lalu.

Ini bukanlah pertama kalinya diwujudkan,dahulu di game Ace Combat 6 seorang player (Garuda 1) yang menggunakan Su-33 bisa meluncur dari ketapel kapal induk Nimitz milik Emmeria Navy.Padahal di dunia nyata Su-33 tidak didesain untuk meluncur dari kapal induk.Tidak seperti pesawat tempur kapal induk standar NATO,yand dimana menggunakan sistem STOBAR (Short Take-off But arrested Recovery) yang sistem ini digunaka kapal induk Angkatan Laut Rusia Admiral Kuznetsov) yang berarti hanya dengan sky jump.Yang berarti secara teknis,Bisa mendarat tapi tidak bisa lepas landas lagi.

Dalam perbedaan ini ternyata Project Aces sangat tidak menghiraukannya untuk tujuan kenyamanan,karena menciptakan model kapal induk yang berbeda untuk sebagian kecil dalam game  dilihat sebagai pemborosan sumber daya untuk sebagian tim pengembangan.mengingat hanya satu STOBAR atau pesawat yang diluncurkan tanpa ketapel dalam daftar Ace Combat yang hanya    mempunyai 4 pesawat yang diluncurkan oleh CATOBAR atau dengan ketapel (F-14D,F/A-18F,Rafale M,dan CFA-44).

Sumber:
https://www.ainonline.com/aviation-news/defense/2017-07-06/china-explores-electromagnetic-carrier-launch-system

http://acecombat.wikia.com/wiki/Su-33_Flanker-D#Ace Combat 6: Fires of Liberation


J-15 Versi Perang Elektronik


Kemarin,Angkatan Laut China mulai merilis foto-foto Shenyang J-15D versi perang elektronik atau electronic warfare.Shenyang J-15 terbaru dari Angkatan Laut China (PLANAF) muncul di berbagai media sosial.Ini adalah varian Flanker asal China ini dikembangkan besar-besaran sebagai pertanda munculnya pesawat multi peran J-17.


Chinese Growler
Sementara itu,banyak para pengamat aviasi dan militer telah menjulukinya Chinese Growler.Karena desainnya,sangat mirip dengan EA-18G Growler milik US Navy yang ditugaskan Supression Enemy Air Defense (SEAD).

Memang,Sebutan Chinese Growler tidak dibuat-dibuat karena mengikuti jalur yang sama dengan EA-18G,varian dari F/A-18F versi kursi ganda.

J-15D didasarkan pada pesawat latih J-15S Berkursi ganda,yang pertama kali terbang pada 3 November 2012,dan juga menggabungkan teknologi dari J-16D milik Angkatan Laut China (PLANAF).Dia sendiri merupakan varian perang elektronik electronic warfare aircraft (EW) dari tempat duduk ganda shenyang J-16D.

Menurut sumber terpercaya,Testbed J-15 mulai terbang pertama kali pada Oktober 2016,ini adalah pesawat baru terbaru ini sebenarnya adalah purwarupa pertama.Ciri khas dari J-15 adalah adanya wingtip pada pod besar untuk perang elektronik (ESM) atau kecerdasan elektronik (ELINT). 

Dengan ini,pengembangan varian J-15S telah dibatalkan.Kemudian pengembangan ini dialihkan ke J-15D untuk menciptakan pesawat multirole J-17 varian kapal induk.








Sumber gambat:XinfengCao on Twitter

Kisah Boeing 737-200 di Indonesia


Pernah menggairahkan dan menjadi tulang punggung maskapai penerbangan di Indonesia.Diandalkan oleh pilot karena mampu mengasah institusisebagai penerbang.

Akhir tahun lalu semakin jarang pesawat dengan bentuk mesin khas ini melanglang buana di angkasa Nusantara.Pasalnya,maskapai Sriwijaya Air yang mengoperasikan 10 pesawat jenis ini,secara resmi telah menghentikan operasi pesawatnya pada 23 Agustus lalu.Masih ada maskapai lain yang mengeoperasikannya seperti Express Air.Namun jumlahnya tidak sedikit dan frekuensi terbangnya sangat sedikit.

Saat seremonial penghentian operasi Boeing 737-200 di Sriwijaya Air,diliputi suasana haru.Beberapa pilot yang menyerahkan replika pesawat pada Dirut Sriwijaya Air,Chandra Lie,tampak matanya berkaca-kaca.Sriwijaya akan menggantikannya dengan adik-adik pesawat yang sejenis yaitu jenis Boeing 737-300/400/500 dan -800NG.Si abang selanjutnya akan dikembalikan ke Lessor dan dijual.

"Kami dari Sriwijaya Air sangat berterima kasih pada pesawat ini.Karena pesawat inilah cikal bakal operasional Sriwijaya hingga berkembang besar seperti sekarang ini,"ujar Chandra Lie.

Jetisasi Maskapai
Sriwijaya pertama kali beroperasi dengan mengeoperasikan dua pesawat Boeing 737-200 pada tahun 2003.Maskapai ini tercatat sempat mengoperasikan 12 pesawat jenis ini sehingga menjadi salah satu maskapai Indonesia yang banyak mengoperasikannya.Hingga September tahun ini,Sriwijaya berkembang dengan mengoperasikan 38 unit pesawat dari berbagai jenis.

Maskapai lain yang juga banyak mengeoperasikan pesawat ini diantaranya,Sempati,Bouraq,Mandala,Batavia,Adam Air,Jatayu,Express Air,Top,dan Kartika Airlines.Mandala memensiunkan pesawat ini sejak Januari 2008.Batavia menghentikan operasional pesawat ini pada 18 Mei 2010.Express masih memakainya sampai maskapai ini tutup operasi.

Sriwijaya dan maskapai-maskapai lainnya memang patut berterima kasih kepada pesawat ini.Karena pesawat inilah yang menggairahkan maskapai penerbangan swasta.Boeing 737-200 termasuk pesawat jet pertama yang dimasukkan maskapai penerbangan swasta,bersama Fokker 70,F-100 dan Airbus A300B4 pada awal era 1990-an.

Sebelumnya Pemerintah melarang maskapai swasta untuk menggunakan pesawat jet.Pelarangan itu untuk melindungi bisnis maskapai milik pemerintah yaitu Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines yang sudah menggunakan pesawat jet sejak 1975-an.Baru pada era 1990-an itulah,atas desakan maskapai penerbangan,pemerintah membuka keras jetisasi armada maskapai.

Capt Kusmintardjo,pilot senior untuk Boeing 737-200 mengenang hal tersebut."Saat itu sekitar 1990-an,saya masih bekerja di Bouraq.Saya yang mengoperasikan pesawat ini pertama kali,"ujarnya.Menurutnya,pesawat ini mempunyai aura yang menggelegarkan dibanding pesawat propeler yang waktu itu umum digunakan,masyarakat didaerah menjadi terpesona.Banyak orang di daerah yang terkesima dan akhirnya mencoba naik pesawat.


Karena mampu mendarat di landasan sepanjang 1.800 meter,pesawat ini banyak digunakan membuka rute ke daerah.Akibatnya transportasi di daerah mampu menuju daerah lain menjadi lebih lancar dan perekonomian juga menggeliat.

"Dengan pesawat ini,(pada waktu itu) orang menjadi senang.Sepertinya `everything is easy`karena perjalanan lebih cepat,"lanjutnya lagi .Kusmintardjo sudah mempunya lebih dari 1000 jam terbang dengan pesawat ini.Terakhir dia menjadi chief  pilot B737-200 DI Sriwijaya Air sampai saat pesawat ini dipensiunkan.

Mengasah feeling pilot
Boeing membuat varian sipil untuk pesawat ini yaitu Boeing 737-200,Boeing 737-200C dan Boeing 737-200 advanced.Pesawat pertama B737-200 diperkenalkan ke publil pertama kali pada 29 Juni 1967.Dua tahun sebelum diperkenalkan,Boeing sudah mendapat pesanan dari United Airlines.

Sampai terakhir produksi tahun 1988,Boeing terlah memproduksi sebanyak 1.095 pesawat jenis ini berbagai varian.Pesawat terakhir dikirim ke pembeli (Xianmen Airlines),pada 8 Agustus 1988 yaitu varian 737-200 dan 737-200 Advanced.

Selanjutnya Boeing mengganti produksinya dengan Boeing 737 klasik (300/400/500) dan NG (600/700/800/900).Persaingan dengan pabrik dari Eropa,Airbus,yang membuat Boeing mulai memperbarui produksinya yang sangat laris ini.

Dibanding adik-adiknya,B737-200 mempunyai kekhasan,terutama pada panel kokpit dan mesin pesawat."Panel-panel di kokpit itu transisi antara manual dengan komputerisasi.Bentuknya masih kaca-kaca bulat seperti panel di mobil,"ujar Kustomintardjo.Menurutnya dengan panel-panel di kokpit itu membuat pilot merasa menjadi pilot sejati karena tidak tergantung dengan komputer yang serba canggih."Kita harus mengaturnya sendiri secara manual.Dan saat terbang kita juga masih bisa mengandalkan feeling.Kita bisa menjadi manajer atau operator di pesawat itu,"lanjutnya.

Sistem navigasi yang digunakan masih konvensional dengan menggunakan Rodeta.Tidak seperti varian B737 klasik dan NG yang sudah memakai Flight Management System (FMS) Dengan semua sistem itu,Kusmintardjo menyatakan B737-200 sebagai pesawat yang sangat mudah ditangani.

Pilot senior ini mencotntohkan saat ia membawa sebuah pesawat ini mendarat di Bandara Palermo,Italia yang terkenal sangat sulit didarati.Waktu itu tahun 1997,ia bekerja di Tunis Air.Bersama kopilot dari Indonesia,ia akan membawa pesawat ini ke Palermo Italia.Beberapa saat setelah lepas landas,ATC,sudah memperingatkan bahwa di Palermo jarak pandang sangat bagus namun anginnya sangat kencang.

"Petugas ATC menyarankan pilot untuk membatalkan pendaratan di Palermo.Bagi pilot dari Eropa,hal itu sudah merupakan sesuatu yang sulit.Namun saya dam kopilot yakin dan akhirnya bisa mendarat dengan baik.Feeling saya keadaan itu sama seperti keadaan di daerah-daerah Indonesia.Saya juga yakin,karena saya sudah mengenal pesawat jenis ini,"ujarnya.


Larangan
Ciri khas lain adalah bentuk mesin pesawat ini yang lebih ramping dan memanjang.Mesin pesawat yang demikian ini mempunyai kelebihan dan juga sekaligus kekurangan.Kelebihannya,menurut Kustomintardjo,mesin pesawat mengakibatkan drag (gaya hambat) yang kecil.Karena mesinnya menggunakan jet,pesawat jadi lebih lincah dan gampang bermanuver.

Namun demikian,jenis mesin ini pula yang menyebabkan pesawat ini harus mengakhiri jasanya.Mesin yang panjang itu tidak mempunyai sistem peredam suara yang baik seperti halnya mesin bulat saat ini yang banyak dipakai di pesawat komersial.Akibatnya ditimbulkan suara kerasitu dikeluhkan menjadi polusi suara yang sangat besar oleh masyarakat di sekitar bandara sehingga dilarang digunakan.

Selain itu,dengan mesin yang lebih panjang,jet blast (semburan dari hasil kerja mesin jet) yang dihasilkan juga semakin dekat dengan landasan.Saat posisi pesawat mendongak pada waktu lepas landas atau mendarat,jet blast pesawat akan merusak lapisan aspal landasan pacu.Dan banyak hal ini dikeluhkan pihak pengelola bandara karena harus lebih sering memperbaiki landasan pacunya.

Mesin jet yang "apa adanya"itu juga lebih boros dibanding mesin-mesin terbaru.Pesawat yang boros akan menghasilkan biaya operasional yang sangat besar.Mengingat biaya operasional terbesar 40-50% ,adalah dari sisi konsumsi bahan bakar.

Persaingan bisnis yang makin ketat,menuntut maskapai untuk semakin meminimalisir biaya sehingga bisa menjual tiket dengan harga yang lebih murah.Akhirnya,dengan pertimbangan bisnis,maskapai banyak meninggalkan pesawat ini dan menggantinya dengan pesawat lebih baru yang lebih hemat bahan bakar.


Pelarangan menggunakan Boeing 737-200 di AS dan Eropa pada tahun 1990-an itu membawa berkah pada dunia penerbangan Indonesia."Harga pesawat ini jadi lebih murah karena banyak yang tidak dioperasionalkan.Padahal maskapai Indonesia butuh banyak pesawat.Jadilah kita mngeimpor pesawat itu,"ujar Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo.

Oleh maskapai Indonesia,pesawat ini dipakai jembatan untuk menuju era-baru.Yaitu era jetisasi menggantikan pesawat propeler.Menurut Toto,waktu itu pesawat ini masih cocok digunakan untuk Indonesia.Karena mampu terbang di rendah dan mendarat di landasan pendek

Seiring waktu yang terus berjalan,pelopor jetisasi itupun harus memasuki masa pensiun.Dan masyarakat Indonesia berterima kasih dengan pesawat ini.

Spesifikasi Boeing 737-200
Panjang:30,53 m
Wingspan:28.35mm
Tinggi:11,23m
MTOW:52,400 kg
Kecepatan maksimal:876 km/jam
Jangkauan Jelajah:3500-4.300 km
Mesin:2 Pratt and Whitney JT8D
Lebar kabin maksimal:3,53 meter
Kapasitas penumpang:36(full economy class)
Kapasitas kargo:24,8m




Sumber gambar :
-Plane Pictures
-Airlines Net
-Wikipedia
-Plane Spotters net



Saturday, July 14, 2018

YS Indonesia Airshow 2018 (Reupload)

YS INDONESIA AIRSHOW 2018

Sabtu, 18 Agustus, 2018
10:00PM UTC+7/WIB | 7:00AM PST | 3:00PM Zulu

YSFlight Indonesia Airshow mempersembahkan,ini adalah pameran pertama YSFlight di Indonesia.Bergabunglah dengan kami di acara yang mengesankan di atas langit Jakarta.Yang nanti akan dipadukan oleh The Second Maverick dan Blyatmir untuk spesial Co-announcer.Tontonlah berbagai display pesawat tempur,flypass berbagai pesawat,dan masih banyak lagi.  


Informasi Server
YSFlight Server IP : sarfserver.ddns.net
YSFlight Server Map : TBA
TeamSpeak 3 Server IP : TBA

Registrations will be closed 1 week prior to the show. If you want to send the narration text(s) and / or music playlist(s) for your display(s), feel free to shoot a YSFHQ PM to me, Thomascook221, and / or Blyatmir.



Jadwal

REPLAY | TNI-AU / IDAF Ceremonial Flypass:
Su-35S, Su-30MK2, Su-27SKM, F-16A Block 15 OCU, F-16C Block 52ID, T-50i, B737-800BBJ, 737-200MPA, CN-235MPA, C-130H, KC-130H, KT-1B, Hawk 209

Gennaro :
TNI-AU / IDAF Skadron Udara 3 / 3rd Aerial Squadron Solo Demonstration | F-16A Block 15 OCU | https://www.mediafire.com/file/4rxqzdpu ... alcon.zip

Thomascook221:
Garuda Indonesia Flight Demonstration | B777-300ER

Arkan:
The Biggest Plane in the World | An-225

KM6BZH:
4th Aerial Wing "Scorpions" Tactical Reconaisance Solo Demonstration | RF-4F

SERVER RESET

Aqil :
TNI-AU / IDAF "Elang Biru" Solo Demonstration | T-50i

Dimitri, Kemal:
Russian Aerobatic Crew Demonstration Team | MiG-29 | http://www.mediafire.com/file/9fikcmj4w ... 100902.zip

The Second Maverick, Thomascook221, Blyatmir:
Orange Skies Aerobatic Team | F/A-18B | viewtopic.php?t=9844

Ikhsan Majid:
Macross VFX Solo Demonstration | VF-22 Sturmvogel 

The Second Maverick, Blyatmir:
TNI-AU / IDAF Air Combat Simulation | Su-27SKM, F-16C Aggressor

SERVER RESET

Tigershark:
NEAF Dragonfly Solo Demonstration | J-20 | http://www.mediafire.com/file/kk7lgs498 ... f+v2.6.zip

Blyatmir:
TNI-AU / IDAF "Thunder" Solo Demonstration | Su-30MK2

MD5Ray01:
Daggerstorm Shinden Solo Demonstration | ASF-X | https://www.mediafire.com/file/g5fgr9wmn99reix/

The Second Maverick, Blyatmir:
UGAF Tiger Mafia & Ugandan Commando | F-5E+

REPLAY | TNI-AU / IDAF Heritage Flypass | A-4F, P-51D, F-86F, F-16A Block 15 OCU

SERVER RESET

Kujo, XRay, Shaky, Gizmo, Buster, Silent:
USAF YS Thunderbirds Demonstration Team LIVE Performance | F-16C Block 52, F-16D Block 52 | viewtopic.php?f=169&t=9582


Tambahan Informasi

- For those who don't want to sign up but willing to watch the airshow, you can connect to the YSFlight server and watch through the Observer Mode. And don't forget to join the TeamSpeak 3 Server to hear the narrations and music!

- Don't forget to install the necessary aircraft addons when you come to the airshow, otherwise you will be seeing "block planes" or missing airplane replacements.

- The YSFlight Server will be using the 2015 netcode version due to some technical reasons with the server. Versions of the flight simulator from 2015 upwards will be compatible with this version.

- Expect some sudden schedule changes due to the registration which is also opened in the YSF-ID forums.

Sumber:https://forum.ysfhq.com/viewtopic.php?p=113454#p113454


Thursday, July 12, 2018

Fitur-fitur canggih yang ada di F-35 Lightning II


Berikut ini adalah daftar fitru F-35 Lightning II.Ada yang menyebutnya keunggulan,ada juga yang menyebutnya kelemahan.Pada akhirnya,para pengguna bisa menilainya.

-Karakteristik siluman.digadang-gadang RCS F-35 lebih kecil dibandingkan F-22

-Software driven-Fighter alias tergantung kepada komputer,dimana komputer F-35 dibekali software misi yang terdiri dari 8 juta baris kode perintah.Bahkan sistem manajemen logistik,pemeliharaan dan pemantauan kerusakan sistem tergantung software yang disebut ALIS (Autonomic Logistic Information System).System full digital ini memudahkan integrasi senjata baru di kemudian hari.

-Situational Awareness yan amat tinggi,dengan di sekujur tubuh F-35 dipasangi kamera sehingga pilot mengoprasikan mode tertentu pada helm HMD,ketika pilot menunduk,ia seolah melihat menembus lantai kokpit atau bisa melihat situasi persis dibawah pesawatnya tanpa harus menengok keluar kokpit.sistem terpusat pada perangkat avionik AN/AAQ-37 DAS (Distributed Aparature System)

-Sensor canggih terintegrasi,memadukan DAS,radar AN/APG-81 AESA dan AN/AAQ-40 EOTS (Electro Target Optical System).Semuanya tersajii langsung dalam kokpit dan HMD.,dan menghilangkan HUD yang saat ini ada jet tempur pada umumnya.F-35 adalah salah satu next-gen fighter yang tidak dilengkapi HUD.

-Airframe tunggal untuk tiga varian yang berbeda.secara tampilan luar,ada perbedaan minor namun secara keseluruhan footprint sama.Perbedaan kebanyakn secara internal.Seperti mesin,commonality tinggi meskipun desainisai mesin sangat berbeda.Mesin F-35A dan F-35C tetap memiliki turbin engine stage tambahan yang diperlukan untuk F-35B untuk menggerakan kipas pengangkat (Lift Fan).Bagi varian A dan C,eksistensi turbin stage ekstra bisa memrikan marjin tambahan bagi penambahan MTOW kelak di kemudian hari.

-Mesin bertenaga besar,dengan kendali full digital dan tingkat modularitas tinggi mempercepat proses pergantian mesin.

-Sistem pendingin avionik menggunakan jaringan pipa dan sel-sel tangki bahan bakar.Dengan kata lain,bahan bakar F-35 Sekaligus juga dipakai sebgai pendingin avionik pesawat.

-Kemampuan manuver F-35 yang dimuati bahan bakar internal dan senjata yang termuat dalam ruang senjata yang diklaim setara atau bahkan sedikit lebih unggul dari F/A-18A/B/C/D yang dimuati secara eksternal

-Kemudahan mulai dari proses konversi hingga menebangkan pesawatnya.Pilot AU Belanda (RNLAF) sempat berpendapat setiap pilot F-16 akan mudah bertransisi ke F-35A.



Tuesday, July 10, 2018

Fakta tentang Macross Plus


Cerita Macross Plus mengambil setting 2040 setelah 30 tahun perang antara Manusia dengan Zentrandi.UN Government mengadakan kompetesi Advanced Variable Fighter menggunakan YF-19 Alpha One buatan Shinsei Industries dengan YF-21 Omega One buatan General Galaxy.Cerita ini sangat mirip dengan Program Advanced Tactical Fighter (ATF) yang diadakan USAF dengan menggunakan Northrop YF-23 Black Widow dan Lockheed YF-22 Lightning untuk menggantikan F-15C Eagle guna menghadapi pesawat Uni Soviet yang baru seperti MiG-29 dan Su-27.Tujuannnya adalah memilih salah satu Variable Fighter/Pesawat Tempur yang akan diproduksi massal dan digunakan Variable Fighter utama UN Spacy atau advanced fighter USAF


Dalam kompetisi AVF,YF-19 Alpha One menggunakan kontrol konvensional yang sama dengan pendahulunya VF-11 Thunderbolt dari manufaktur yang sama.Akhirnya YF-19 menang dalam kompetisi ini dan YF-21 dengan teknologi mutakhirnya kalah karena kontrol yang tidak stabil sehingga Shinsei Industries memproduksi massal dengan kode VF-19 Excalibur (dengan varian khusus Basara disebut "Fire Valkyrie")

Hal ini sangat mirip dengan kisah aslinya ketika YF-22 dengan desain tidak sefuturistik YF-23 dan memenangkan kompetisi ini (walaupun YF-23 lebih cepat dan lebih siluman dibandingkan rivalnya tetapi kalah lincah dibanding YF-22) sehingga YF-22 diproduksi menjadi F-22A Raptor untuk USAF.


Walaupun desain YF-19 Alpha One dan YF-22 tidak sama,ada beberapa kesamaan:
1.Pesawat yang menang dalam kompetisi
2.Teknologi yang konvensional dibandingkan lawannya
3.Diproduksi Massal

Begitu juga YF-21 Omega One yang desainnya sangat mirip dengan Northrop YF-23:
1.Status sebagai pesawat yang kalah
2.Teknologi yang lebih canggih dari lawannya namun tidak stabil
3.Diproduksi terbatas

Meskipun YF-21 tidak diproduksi massal,General Galaxy merilis varian YF-21 dengan VF-22 Sturmvogel versi kontrol konvensional (tidak seperti YF-21 yang hanya menggunakan pikiran untuk menerbangkannya) dan diproduksi terbatas.VF-22 Sturmvogel digunakan oleh Max Jenius dan Miriya Jenius (Macross 7 episode 44) dan Wright Immelman (Macross Delta)


Sumber:
Gambar 1 dan 3:Valkyries the Second Art
Gambar 2:Fighterman FFRC on DeviantArt
Gambar 4:The Art of Valkyries



Sunday, July 8, 2018

7 Bekal Teknologi Pesawat Tempur Generasi ke 4,5-5

Pesawat tempur generasi 5 dengan ciri khas weapon bay(penyimpan senjata)
yang bisa dibuka tutup 
Yang membedakan pesawat tempur generasi dengan 1 dan yang lainnya adalah bisa dalam satu kata:kemampuan.Para produsen pesawat tempur bersaing keras dengan teknologi terbaik yang dibuat pada zamannya

Setidaknya ada tujuh kapabilitas keunggulan yang perlu dipandang untuk diasah secara berkesinambungan untuk mengejar posisi yang digelari "unggul"tersebut.Ketujuhnya bukan hanya merupakan sebuah level ancaman terkini,melainkan hasil pembelajaran dari beberapa konflik besar dimana pesawat tempur bermain peran yang signifikan;

Ketujuh modal tersebut adalah avionik yang mutakhir (termasuk kemampuan network-centric),mesin berdaya tinggi namun lebih irit bahan bakar serta minim jejak,sulit dideteksi(stealth),kelincahan manuver,kemampuan multipran yang tinggi,kemampuan meluncurkan berbagai senjata,serta kemampuan beroperasi dari landasan darurat.

Avionik canggih dan sifat network-centric
Saat ini avionik canggih wajib hukumnya bagi sebuah pesawat tempur.level kecanggihan.Level kecanggihan yang mungkin tak pernah terbanyangkanperancang pesawat tempur generasi pertama itu otomatis berkonsekuensi pada harga yang mahal.Maka tak usah heran jika harga avionik pesawat tempur generasi terkini mengambil porsi cukup besar.Ambil contoh jet tempur Rafale,yang harga seluruh sub sistem avioniknya mencapai sepertiga harga pesawatnya sendiri(harga kosong ,belum termasuk senjata dan pelatihannya).

Kemampuan untuk "saling berbicara"dan bertukar informasi bukan hanya sesama antar fighter saja melainkan dengan alutsista dari negara lain,bahkan dari negara yang berbeda,bukan hanya impian tapi sudah menjadi sebuah keharusan.Sistem pertukaran informasi "data-link 16" merupakan salah satu contoh yang sudah operasional.

Mesin besar tetap irit
Hingga era 70-an,mesin berdaya besar yang boros bahan bakar bukan dianggap lumrah.daya besar pula volumnya.Namun seiring perkembangan teknologi khususnya mesin turbofan,ditemukan sejumlah terobosan untuk mendongkrak daya mesin sembari menjaga level konsumsi bahan bakarnya agar tetap irit.Teknologinya bentuk turbin serta material-material komposit merupakan sebuah aspek kunci untuk mencapai hal tersebut

Stealth
Sifat sulit terdeteksi radar selalu sensor pasif lainnya atau yang dikenal dengan sifat low observable atau disebut stealyh(siluman),jadi salah satu kunci yang paling laris dijual.Namun ada satu hal mendasar yang penting sekali dipahami stealth ini,mengingat masih banyak khalayak yang pemahamannya keliru.

Pesawat tempur berkemampuan siluman/stealth sesungguhnya bukan berarti sama sekali tidak dapat diteksi radar.Karakter pesawat bersifat stealth adalah mampu memperkecil pantulan radar serta memiliki emisi (baik panas mauoun suara)yang rendah,sehingga lebih sulit terdeteksi.Jadi,bukan tidak dapat terdeteksi sama sekali.Radar berkekuatan tinggi masi mampu mendeteksi stealth fighter,hanya saja dalam jarak yang jauh lebih kecil dari jagkauan normal.

Gambaran simpelnya kurang lebih sebagai berikut:sebuah radar berkekuatan tinggi yang mampu mendeteksi het tempur F-16 pada jarak 200km,mungkin baru saja mendeteksi F-22 Raptor pada jarak 5 km saja.

Kelincahan manuver 
Para pakar aviasi rata-rata sepakat,bertaburannya rudal penjejak serta rudal udara berjangkauan jauh terpasang pada penempur modern tidak serta merta menghilangkan kemungkinan terjadinya pertempuran jarak dekat atau dogfight.Kelincahan manuver merupakan bekal mutlak pesawat tempur.Bahkan jika kelak zaman jet tempur tanpa awak tiba,asoek kelincahannya manuver tidak hanya berguna untuk dogfight dengan pesawat tempur lawan.Menghajar sasaran darat juga memerlukan kelincahan tinggu guna menghindarai serangan darat hanud.

Sampai mana batas lincahnya sebuah pesawat tempur modern?Jujur saja,sebenarnya selama masih berawak,kelincahan sebuah pesawat tempur tatap dibatasi fisiologis tubuh manusia.Tak heran,kelincahan antar pesawat tempur masa kini umumnya beda-beda tipis.kecuali yang dibekali kendali ekstrim seperti penyemburan pengarah daya dorong (Thrust vectoring)itu kenapa pilot senior F-16 TNI AU tak ragu mengatakan dirinya berani dogfight dengan jet tempur Rafalebukanlah hal yang perlu ditakuti.Balik lagi,kemampuan dan keahlian pilot atau man behind the gun sangat berperan penting.

Multi peran
Meski sama-sama menyandang label multirole atau multi-peran,kapabilitas yang dimiliki jet tempur generasi 4,5 atau 5sudah berbeda jauhdengan kapabilitas multiperan jet tempur generasi ke3.Salah satu perbedaanya adalah kemampuan membawa membawa dua macam senjata(Air to Air dan Air to Ground)sekaligus dalam satu sorti penerbangan tanpa saling mengorbankan

Contohnya F-15K Slam Eeagle yang waktu-waktu bisa dogfight ditakuti kendati tengah menenteng SLAM-ER.Berbeda dengan multirole fighter generasi awal yang mampu melakukan misi air-to air dan air to ground. namun umumnya hanya berkemampuan melakoni satu peran saja dalam satu sorti.

Sekarang ini muncul istilah baru tapi sebenarnya berbau iklan atau promosi dari produsen pesawat tempur.Eurofighter Typhoon buatannya mengedepankan frasa wing role sebagai sifat multiperan Eurofighter Typhoon buatannya.Sementara Dassault mempopulerkan frasa Omnirole yaitu sebagai multiperan Rafale.

Beragam senjata presisi
Tanpa senjata, apalah arti dari sebuah pesawat tempur canggih sekaligus.Di era sekarang,pesawat tempur canggih ditambah senjatanya belumlah cukup.Dalam suatu operasi gabungan,apalagi skala multinasional,kemampuan pesawat tempur untuk meluncurkan beragam senjata terutama amunisi menjadi sebuah keharusan.
Rafale dengan kemampuan menggotong MDA SCALP
Dalam hal ini,terlihat keunggulan NATO khususnya AS.Tambah lagi dengan kian tingginya modularitas sub sistem avionik sekarang,bukan mustahil mengawinkan senjata-senjata canggih dengan pesawat tempur yang sudah didesain (atau di-upgerade)memiliki inter-koneksi (avinonik maupun fisik)terbuka.Contohnya MiG-29 Fulcrum AU Polandia sempat diupgrade dengan beberapa add-on,salah satunya MIL-STD 1553/1760 databus.sehingga radarnya (yang notabene buatan Rusia)mampu me-lock target dan meunutun rudal AIM-120 AMRAAM yang merupakan produk AS.

Dasar pemikirannya adalah armada MiG-29 Polandia juga bisa memanfaatkan AIM-120 yang cukup banyak dimiliki Polandia (dibeli sepaket 48 uni F-16C/D Block 52+)Masalah danalah yang akhirnya membatalkan u[pgrade besar-besaran tersebut.Meski belum dikonfirmasi secara resmi,belakangan ada rumornya kalau MiG-29 Polandia sudah berkemampuan menjatuh bom berpenuntun laser buatan AS (sepaket dengan F-16)

Landasan Pendek/Darurat
Penting dicatat bahwa yang dimaksud landasan darurat disini adalah landasan yang kondisinya tidak optimum seperti kondisi normal.Darurat disini tidak harus berarti kondisinya kasar (seperti unpaved runway),melainkan pendek atau pas-pasan.Salah satu kelemahan pesawat tempur sebagai suatu alutsista yang memerlukan infrasturktur khusus(pangkalan udara)adalah ketergengantungan penuh kepadanya.Padahal sudah jadi rahasia umum,pangkalan udara terutama landasan pacu (runway)adalah target utama (primary target) yang akan disasar lawan bahkan dari pertempuran.Upaya mempertahankan pangkalan udara memang pasti tidak akan setengah hati.Tapi bagaimana jika musuh sampai merusak landasan pacu,meski katakan tidak keseluruhan?Menjawab tantangan ini,kapabilitas beroperasi (lepas landas dan mendarat)dari landasan darurat jadi salah satu impian tak henti para desainer pesawat tempur.

Selama ini hambatan utamanya datang dari kapabilitas lain pesawat tempur  itu sendiri,yang sering mengakibatkan pesawat tempur bersenagkutan tak mungkin memiliki kemampuan lepas landas dari landasan pendek atau bahkan mendarat vertikal (STOVL/short and take-off vertical landing)

Diantara jajaran pesawat tempur generasi 4,5 dan generasi 5,hanya F-35B (varian STOVL)yang benar-benar mampu beroperasi di landasan yang sangat6 pendek.Namun bukan berarti jet tempur lain ketinggalan.Setidaknya, kemampuan beroperasi dari landasan pendek dan sempit sudah coba dimasukan sejak awal,meski bukan STOVL.Sebut saja JAS-39 Gripen yang berkat dimensi mungil dan bobotnya yang relatif ringan disertai pemakaian canard,mampu beroperasi di jalan raya.Atau Rafale yang mampu lepas landas dan mendarat dari landasan pendek meski restriksi muatan.Begitu pula MiG-35 yang mampu beroperasi dari landasan pendek berkat thrust vectoring dari mesinnya


Artikel ini saya salin dari Majalah Edisi Koleksi Angkasa The Last Generation of Jet Fighter