Mitsubishi F-2A Viper Zero,Pesawat Tempur dari Adik F-16 Fighting Falcon


Deskripsi
Mitsubishi F-2 merupakan pesawat tempur multiperan yang bermesin satu yang dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Lockheed Martin untuk Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF).Produksi awal dimulai tahun 1996 dan dibuat 76 unit hingga memasuki dinas di tahun 2000,dengan total 94 airframe diproduksi.Pesawat ini merupakan pesawat pertama yang menggunakan AESA.Radar AESA pertama adalah J/APG-1 dimulai di tahun 1995.F-2A/B dinamai dengan "Viper Zero" yaitu dari gabungan julukan F-16 yaitu "Viper" dan pesawat di era Perang Dunia II yaitu "Mitsubishi Zero".

Latar Belakang

JASDF dan kontraktornya telah memikirkan pengganti Mitsubishi F-1 yang sudah tua di tahun 1981.Sebuah konsep studi formal dimulai di tahun 1985.Jepang berniat membuat pesawat buatannya sendiri setelah kesuksesannya melisensi F-15J/DJ Eagle yang diproduksi Mcdonnel Douglas (Kini Boeing).Kontraktor pertahanan Jepang berpendapat bahwa mereka perlu mebangun pesawat baru dari nol untuk mengembangkan ketrampilan para insinyurnya.Dan kemudian,mereka mulai mengembangkan pesawat tempur Jepang.

Ketika program mulai membuat bentuk formal di tahun 1985,beberapa penjabat AS mengemukakan ke khawatiran bahwa pesawat tersebuh akan menghasilkan pesawat yang inferior.Dan ini akan melemahkan hubungan Jepang-AS.Penjabat Pentagon menyarankan agar pesawat tersebut di produksi bersama yang berdasarkan konsep F-16 dan F/A-18.Karena mereka tahun bahwa Jepang tidak akan membeli pesawat dari AS.

Di awal 1987, AS,dibawah Caspar Weinberger dan penjabat administrasi lainnya,mulai secara formal menekan Jepang untuk melakukan proyek Bilateral antara Jepang dan AS.Waktu lobi ini bertepatan dengan "Bashing Jepang" di AS:skandal Toshiba-Toshberg,dimana Toshiba menjual baling-baling TACCOM kepada Uni Soviet yang melanggar sanksi COCOM,yang dipublikasikan Mei 1987.Sikap negosiasi Jepang telah berubah ditengah buruknya hubungan Jepang dan AS.

Dipihak AS,penjabat senior Departement Luar Negeri dan Departemen Dalam Negeri telah mendukung proyek ini sebagai sarana bagi AS untuk Jepang dalam menguasai teknologi.Tetapi banyak kongres enggak setuju karena dikhawatirkan Jepang dapat bersaing dengan industri penerbangan di AS.Penentang kongres berpendapat bahwa Jepang harus mendapat pesawat AS untuk mengimbangi defisit antara kedua negara.Lebih dari 20 senat meninjau resmi atas kesepakatan itu.

Setelah George H.W Bush menjabat sebagai Presiden di tahun 1989, pemerintah AS menanggapi kritik domestik terhadap kesepakatan tersebut dengan mencari "klarifikasi" ketentuan-ketentuan MOU, yang dipandang pemerintah Jepang sebagai upaya untuk menegosiasikan kembali . Pemerintahan Bush khususnya prihatin dengan risiko ToT ke Jepang.Bush mengumumkan perjanjian yang direvisi pada bulan April 1989, tak lama sebelum pengunduran diri mitranya dari Jepang Noboru Takeshita, di mana akses Jepang untuk kontrol penerbangan dan perangkat lunak pengendalian senjata terbatas, sementara AS harus memiliki akses ke teknologi baru yang dikembangkan Jepang untuk negara itu. proyek. Kontraktor Amerika dijamin setidaknya 40% dari produksi untuk program ini.  Kongres meratifikasi kesepakatan itu pada Juni 1989 sambil mengungkapkan ketidaksenangan resmi terhadapnya.

Anggota Parlemen Jepang Inshitaro Ishiba adalah kritikus vokal atas kesepakatan akhir,menulis di tahun 1990 bahwa "Kemenlu kita dan Lembaga pemerintah lainnya memutuskan bahwa lebih baik memakan pai sederhana daripada membuat AS marah soal masala bilateral".Dan menunjukan "kami akan memberikan teknologi mutakhir kepada AS tetapi membayar lisensi dan paten yang kami gunakan.

Produksi Awal

Program awal dimulai dengan FS-X,awanya diberi penunjukan kepada Mitsubishi XS-3.Di tahun 1984 General Dynamics mulai menawarkan versi F-16 yang diperbesar kepada AU AS dan mempertimbangkan masuknya biaya renda dalam kompetisi Advanced Tactical Fighter (ATF).Tidak ada yang menuaikan hasil.Namun konsep ini merupakan awal pengembangan F-2.F-2 menggunakan sayap F-16 Agile Falcon,tetapi banyak elektronik yang dikembangkan lebih lanjut ke tahun 1990-an.Jepang memilih pengembangan F-2 untuk menggantikan F-4EJ dan melengkapi F-15,pesawat tempur superioritas udara pertamanya.Program ini melibatkan ToT didalamnya.Tanggung jawab dibagi 60% untuk Jepang dan 40% untuk AS.General Dynamics akam memproduksi badan pesawat belakang dan sayap depan dan delapan dari sepuluh kotak sayap kiri.

Program ini sangat kontroversial.karena biaya per unitnya.Termasuk juga biaya pegembangannya.Mendistorsi biaya satu tambahan (ini terjadi pada kebanyakan pesawat militer),meskipun pada tingkat pengadaan sudah direncanakan,harga pesawat sangat tinggi.Rencana awal 141 unit F-2 akan mengurangi biaya per unit hingga US $10 juta (7,5 juta poundsterling) per unit, tidak termasuk pengurangan biaya dari produksi massal.Tahun 2008,94 pesawat sudah direncanakan.

Terbang Perdana F-2 mulai dilakukan 7 Oktober 1995.Belakangan tahun ini,Jepang menyetujui pesanana sebanyak 141 unit (tetapi dipotong menjadi 130),mulai beroperasi di tahun 1999.Masalah yang terjadi pada struktural mulai ditunda di tahun 2000.Karena masalah biaya,pesanan dibatasi menjadi 98 (termasuk empat prototip) pada tahun 2004.Pengujian penerbangan dari empat prototip dilakukan di Badan Pertahanan Jepang di Lapangan Udara Gifu.

94 Pesawat Produksi terakhir yang dipesan dikirim ke Kemenhan Jepang pada 27 September 2011.Selama upacara peluncuran jet tempur produksi F-2 produksi terakhir,Mitsubishi Heavy Industries mengumumkan bahwa produksi F-2 akan berakhir dan tidak ada lagi pesawat tempur F-2 yang akan diproduksi oleh pabrikan.Pada tahun 2014 ada 61 kursi tunggal,dan 21 kursi ganda.

Desain

General Electric,Kawasaki,Honeywell,Raytheon,Nec,Haxeltine,and Kokusai Electronic adalah sub kontraktor komponen utama.Lockheed Martin memasok pesawat komponen belakang,bilah terdepan,sistem manajemen bagian,sebagian kontak sayap (sebagai bagian janji ToT dua arah),dan komponen lainnya.Kawasaki membangun bagian tengah pesawat.Sementara,bagian depan badan pesawat pesawat dan sayap dibangun oleh Mitsubishi.Avionik dipasok oleh Lockheed Martin,sistem FBW digital dikembangkan bersama Japan Aviation Electric dan Honeywell.Kontraktor sistem komunikasi pada IFF termasuk:Raytheon,NEC,Hazeltine,dan Kousai Electric.Perakitan terakhir dilakukan di Jepang pada fasilitas Nagoya Komaki.

Sayap yang lebih besar dibanding F-16 memberi muatan dan kemampuan manuver pesawat yang lebih baik dibandingkan gaya dorongnya,tetapi cenderung menambah badan pesawat dengan berbagai cara.Lebih banyak berat badan dapat memiliki efek negatif pada akselerasi,pendakian,muatan,dan jangkauan.Untuk membuat sayap lebih besar,kulit,tusuk,tulang rusuk dan tutup sayap dibuat dari komposit grafit-epoksi dan dikurung dalam autokraf.Ini adalah aplikasi teknologi pertama co-cured  untuk penempur.Teknologi ini untuk sayap mengalami beberapa masalah,tetapi terbukti menjadi penggunaan terdepan dari teknologi.Teknologi pada sayap ini mengalami beberapa masalah pada kerangka,tetapi terbukti menjadi penggunaan pada teknologi yang memberikan penghematan berat,peningkatan jangkauan,dan beberapa manfaat lainnya.Teknologi ini kemudian ditransfer ke AS,sebagai bagian mitra industri kedirgantaraan.

Perbandingan ukuran F-2A dengan F-16C.
Beberapa perbedaan dari F-2A dengan F-16:

1.Area sayap 25% lebih besar
2.Bahan sayap yang digunakan untuk mengurangi bobot
3.Material komposit digunakan untuk mengurangi bobot keseluruhan 
4.Hidung lebih panjang dan lebih lebar untuk mengakomodasi radar AESA J/APG-1 menjadikan F-2 yang mengakomodasikan AESA radar sebelum F-22A yang terbang di tahun 1997 dengan APG-77 AESA.
5.Ekor pesawat yang lebih besar
6.Intake pesawat yang lebih besar
7.Kanopi pada kokpit tiga potong
8.Kemampuan untuk membawa rudal udara ke darat ASM-1 dan ASM-2,empat AAM dan drop tank
9.Dan terakhir,F-2 juga dilengkapi drag chute seperti F-16 yang digunakan berbagai negara

Varian
-XF-2A
-XF-2B
-F-2A
-F-2B












































































Pangkalan Udara:

-Northern Air Defense Force
 -3rd Air Wing, Misawa Air Base
 -3rd Tactical Fighter Squadron (2001-sekarang)
-Western Air Defense Force
 -8th wing Tsuki Air Base
  -6th Tacktical Fighter Squadron
  -8th Tacktical Fighter Squadron
Air Training Command (F-2B)
  -4th Air Wing,Matsushima Air Base
  -21sq Training Squadron
Air and Development Test Wing Gifu Air Base

Spesifikasi F-2A:
Kru:1 (2 orang untuk F-2B)
Panjang: 15.52 m (50 ft 11 in)
Panjang Sayap: 11.13 m (36 ft 6 in)
Lebar: 4.96 m (15 ft 5 in)
Area Sayap: 34.84 m² (375 ft²)
Berat Kosong: 9,527 kg (21,000 lb)
Berat Muatan: 14,970 kg (33,000 lb)
Maksimum berat Lepas Landas: 22,100 kg (48,700 lb)
Mesin: 1 × General Electric F110-IHI-129 turbofan
Daya kering: 75.62 kN (17,000 lbf)
Dry Thrust: 131.23 kN (29,400 lbf)

Kemampuan

Kecepatan Maksimum: Mach 2.0 (2,124 km/h) at altitude
Jarak Tempuh: 4,000 km (2,486 mi)
Batas Ketinggian: 18,000 m (59,000 ft)
Muat Sayap: 430 kg/m² at weight of 15,000 kg (88 lb/ft²)

Pendorong/Berat: 0.89

Persenjataan:
-20mm JM61A1 kanon ditambah maksium angkut senjata 8,805kg
- Rudal Udara ke Udara:AAM-3,AAM-4,
- Rudal Udara ke Darat:ASM-1,ASM-2 rudal anti kapal,serta beberapa bom
- Lainnya:J/AAQ-2 FLIR,AN/AAN-3
- Avionik :Mitsubishi AESA J/APG-1

Penutup
Terima kasih telah membaca artikel yang saya buat di atas.Maaf kalau artikel ini dibuat terlalu lama karena kesibukan admin sendiri.Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita.Jika ada kesalahan,berikan kritik dan solusi agar kami memperbaikinya.

Comments

Popular Posts