Sejarah Kapal Induk dari Masa ke Masa


Kisah pengadaan kapal induk dan penerbangan angkatan laut,mengutip sejarah,pada kenyataannya berawal dari ide liar yang tak berkaitan dengan kapal laut.Ide tersebut faktanya hanya berawal dari keinginan Angkatan laut Kerajaan Inggris untuk memiliki alat pengintai yang bisa menembus cakrawala (Ober the horizon) yang dicetuskan tahun 1903.


Meski sederhana,niatan tersebut terhitung modern di zamanya.Hal ini dimungkinkan karena Inggris memiliki banyak perwira berwawasan luas.Bagaimana kemenangan dalam Battle of Trafalgar dan semboyan Britain Ruled the Waves telah menjadikan mereka untuk ingin selalu unggul diantara AL negara lain.

Menurut hitungan,alat pengintai seperti yang mereka bayangkan itu bisa menempatkan mereka selangkah lebih maju karena akan bisa mengetahui lebih dini kehadiran dan posisi kapal perang musuh selagi di balik cakrawala.Mereka lebih dulu mencoba balon udara yang diikat di atas geladak sebuah kapal.Balon udara dipasangi alat pengintai.Tetapi hasilnya kurang memuaskan.Lalu mereka menggantikannya dengan layang-layang.

Akan tetapi,layang-layang pun semakin tidak membuahkan hasil.Alat ini terlalu ringkih dan sangat rentan dengan cuaca.Padahal AL Inggris telah mempersiapkan proyek khusus bernama Kite Trials.Proyek ini bahkan dijalankan pilot terkenal di zamannya,yakni Samuel L.Cody.Tak lama setelah uji coba terbang pada 1908 di Porthmouth,peralatan ini ditinggalkan begitu saja.

Selanjutnya,mereka sempat optimis dengan wahana balon udara.Namun proyek berkode His Majesty Airship No.1,yang diterbangkan tahun 1911 ini pun tidak pernah dilanjutkan.Setelah hancur akibat diterpa badai,mereka pun harus mengubur dalam-dalam penggunaan wahana mirip balon Zepplin ini.
Lepas balon udara,lalu mereka mencoba pesawat Short S.27 - Pesawat terbang buatan Short Brothers yang dibuat berdasar lisensi Wright Bersaudara.

Penggunaan pesawat terbang tampak lebih menjanjikan.Untuk menerbangkannya,AL Inggris menyiapkan empat pilot.Mereka adalah Letnan CR Samson,AN Longmore,R.Gregoru,dan EL Gerrard.Tepat pada 10 Januari 1912,CR Samson menjadi pilot Inggris pertama yang menerbangkan pesawat terbang dari geladak Kapal Induk.Dia berhasil menerbangkannya dari geladak HMS Africa.Padahal pengalaman terbangnya belum sampai dua jam.Namun begitu,pengalaman ini selalu menjawab seluruh harapan tokoh AL Inggris hanya dua bulan,AL Inggris telah meresmikan Penerbangan AL dengan proyeksi tugas yang selangkah lebih maju dari AL pada umumnya.
Begitupun,CR Samson bukanlah pilot pertama di dunia mau nekat lepas landas dari kapal.Kebanggaan ini justru diraih pertama oleh Eugene Ely,pilot AS.Ia melakukannya lebih dahulu tanggal 14 November 1910.Dengan pesawat biplane Curtiss dengan mesin 15,16,tenaga kuda,Ely lepas landas dari geladak buatan yang dipasang sepanjan 25 m di atas kapal penjelajah USS Birmingham.Beberapa saat kemudian ia mendarat di Willoughby spit,sebuah pangkalan darat sejarak 4 km dari USS Birmingham.

Itu tidak ada apa-apanya.Beberapa waktu kemudian,dia kembali memperoleh pujian karena berhasil mendarat di geladak kapal USS Pennsylvania dengan pesawatnya.Dengan demikian lengkaplah sudah proyek rintisan AL AS ternyata punya keinginan senada dengan yang dicita-citakan Royal Navy.Kalaupun ada yang berbeda kedua proyek tersebut,hal itu terletak pada maksud dan tujuannya.Jika AL Inggris menginginkan alat pengintai yang bisa melampaui batas cakrawala,AL AS lebih menginginkan markas pesawat yang mampu berlayar ke tugas manapun.

Ide ini bisa jatuh ke tangan lawan.Untuk itu,baik Inggris dan AS segera bertindak cepat merealisaskan niat mereka,yang secara umum sebenarnya sama,yakni membangun penerbangan AL.pesawat-pesawat terbang ini selanjutnya menjadi kepanjangan tangan,mata serta senjata dari armada kapal perang.

kala itu setidaknya ada tiga jenis pesawat yang memperkuat AL Inggris.Pesawat-pesawat itu adalah Sopwith,Short 184,dan Fairey Swordfish IIIF.Sopwith dirancang untuk lepas landas dan mendarat di perairan.Akan halnya AL AS,mereka didukung lebih banyak pesawat.Pemerintah AS menyediakan jenis 54 pesawat buatan Curtiss.Pesawat-pesawat ini umumnya ditempatkan di markas NAval Air Station,Pensacola,Florida.


Aichi M6A1 Seieran,pesawat yang dapat lepas landas dari kapal selam.Gambar pesawat ini dengan sayap yang bisa dilipat agar menghemat tempat.

Sementara kekuatan udara itu terus dikembangkan,dan disempurnakan,mereka juga membangun
kapal induk yang masa-masa awal itu dikembangkan dari basis kapal penjelajah,kapal dengan tonase terbesar dari seluruh jenis kapal perang.Nmaun,perhatian pada proyek besar ini meletup sejak Perang Dunia 1 (1914-1981).Perang ini sebenarnya amar memerlukan kehadiran penerbang AL.

Pelajaran dari Perang Dunia 1
Meski PD1 dimenangkan oleh sekutu seperti AS,Rusia,Inggris,dan Prancis tetap tidak bisa melupakan kisah sepak terjang Angkatan Laut Jerman.Mereka menganggap,keperkasaan kapal perang milik Keiserliche Marine,berikut strategi yang dilancarkan,seperti yang diperlihatkan dalam Battle of Judland (1916),akan memberi implikasi yang sangat besar dalam perang-perang besar berikutnya.Kapal perang Jerman berhasil berkali-kali memutuskan jalur pengiriman logistik Sekutu dengan menenggelamkan kapal-kapal antara jalur Amerika Utara dan Inggris.Ini ibarat 'mencekit'leher dari belakang oleh Jerman.

Dalam ajang peperang laut PD 1,banyak kalangan menganggap kehebatan U-boat (kapal selam) yang bersama kapal perang Jerman bekerja sama untuk menenggelamkan kapal sekutu di Samudra Atlantik.Akibatnya ini,sekembali dari arena Perang Dunia 1,pimpinan AL AS dan Inggris secara membahas konsep persenjataaan baru berikut taktik perang laut yang bisa diterapkan mengatasinya.

Semangat yang menggebu-gebu di seputar perancangan konsep pertempuran laut untuk peperangan mendatang itu serta-merta menghidupkan kembali proyek pengembangan penerbang AL tersendat beberapa tahun.Menjelang 1920,AL Inggris dan AS berhasil menyelesaikan kapal induk yang mereka harapkan bisa menjadi skadron pemburu ditengah lauh.Kapal induk pertama AS adalah USS Contellation,sedangkan milik Inggris adalah HMS Hermes.

HMS Hermes pertama kali diluncurkan tahun 1919.Kapal sepanjang 182 meter dan berbobot 10.850 ton ini bisa mengangkut 20 pesawat.Namun.karena ipteknya sebatas know-how yang masih terbatas,kapal induk pertama ini masih banyak kekurangan.Kecepatan lajunya,misalnya,tidak pas untuk operasi lepas landas pesawat terbang.Stabilitas utamanya buruk,terutama dalam gelombang laut yang tinggi.Alat pertahannannya juga minim.

USS Lexington sendiri baru muncul kemudian.Tubuhnya jauh lebih bongsor.Dengan panjang mencapai 271 meter dan bobot 36.000 ton,kapal yang berbasi termpur jelajah (battlecruiser) ini mampu memboyong 91 pesawat terbang.Di antara yang kerap berbasis disini adalah AV-3.Alat pertahanan ini jauh lebih memadai dibandingkan Hermes.

Selain mereka,diam-diam Jepang dan Prancis juga merupakan langkah yang sama.Tidak lama setelah Hermes dan Lexington diluncurkan,AL Kekaisaran Jepang meluncurkan Hosho kapal induk yang dikembangkan dari kapal penjelajah.Kapal ini didesain membawa pesawat pemburu A1N1,pengebom B1M1,dan intai C1M1.Maksimal pesawat yang bisa mencapai 19 unit pesawat.Sebelum Hosho benar-benar diluncurkan,mereka telah menguji berbagai kemampuan kapal induk di Wakamiya.

Awak Swordfish dari AL Inggris

Dibanding Inggris dan AS,Jepang dan Prancis bahkan membuat kapal selam yang bisa membawa pesawat.Prancis menamai kapal selam uniknya dengan nama Surcouf,sementara Jepang I-400.Sebuah dokumentasi langka memperlihatkan bagaimana I-400 bersiap melepaskan Aichi M6A1 Seiran,dari rel yang dipasang bagian kapal.Kapal selam ini mampu menyimpan tiga pesawat serupa didalam kompartemennya didalam air.

Kemunculan kapal selam pengusung pesawat tempur ini bisa dibilang sebagian upaya membangun penerbangan AL yang strategis.Pasalnya,seusai misi yang bisa dilakukan kapal selam,pesawat-pesawat terbang itu mestinya telah dipersiapkan misi khusus,seperti menyerang sasaran strategis yang tidak mungkin direngkuh pesawat lain.

Demikianlah,setidaknya dua dasawarsa,baik AS,Inggris,dan Jepang sama-sama telah mengembangkan kapal induk dan penerbang ALnya.Selain USS Lexington,AS juga membuat Contellation,Yorktown,dan Constitution,dengan teknologi yang maju.Selain Hermes,Inggris juga megembangkan HMS Furios dan Argus.

Tanpa diduga,Jepang diam-diam telaj menguatkan kapal induk dalam jumlah yang spektakuler.Menjelang PD II adalah Shinano,Shokaku,Akagi,Kaga,Soryu,Urnyu,dan Amagi.

Kemunculan kapal induk berikut teknologi pendukung yang cukup radikal dengan sendirinya menciptakan pergeseran dalam taktik pertempuran.Dari yang sebelumnya hanya fokus di darat,para panglima perang selanjutnya harus memikirkan pula taktik pertempuran di laut.Bukan untuk mengambil alih wilayah teritorial,tetapi juga mengamankan jalur transportasi militer.

Salah satu pelajaran paling berharga di PD 1 adalah tenggelamnya HMS Lusitania milik Inggris pada 7 Mei 1914,ketika memsauki perairan Irlandia.Penenggelaman oleh U-Boat Jerman ini terbilang sangat merugikan sekutu,karena sebagian besar dari isi kapal adalah persenjataan perang yang dibeli dari AS.Sejak itu Atlantik Utara menjadi satu wilayah panas dan kehadiran kapal perang menjadi sangat penting.

Begitupun PD II menyisakan sebuah pertanyaan cukup menarik.Yakni tensi penggunaan kapal perusak,penjelajah,dan kapal induk tidak terjadi di wilayah Atlantik.Manuver kapal-kapal besar ini justru lebih dominan di pentas Perang Pasifik.Disana,AL Jepang melakukan penerbangan Kamikaze untuk memperlihatkan kedigdayaannya yang mencengangkan.Mereka telah menjadi lawan setimpal AS.Kehebatan AL Jepang hampur Setara dengan AL Jerman (Keiserliche Marine).

Salah satu kehebatan yang pernah dipertontonkan penerbangan AL Jepang adalah serangan ke Pearl Harbor AL AS di Hawaii tanggal 7 Desember 1941.Pada hari itu,dua sorti serangan udara yang dilancarkan 353 pesawat menghancurkan markas besar kapal perang AS di wilayah pasifik.Serangan ini menghancurkan empat kapal termpur,tiga kapal penjelajah,tiga kapal perusak,dan satu kapal penyapu ranjau.Serangan juga memusnahkan 188 pesawat terbang  dan menewaskan 2.000 tentara AS.Pesawat-pesawat itu diterbangkan dari kapal induk Jepang.

Serangan ke Pearl Harbor lah yang memicu Perang Pasifik,bagian dari PD II yang membara ke wilayah Asia dan Pasifik.

Keseimbangan Barat dan Timur
Dalam Perang Pasifik,baik AS maupun Jepang sama-sama kehilangan kapal induk dan mempunyai kerugian besar.Namun demikian Perang Dunia II telah menjadi pengalaman yang sangat berharga yakni bagaimana mereka harus tahu mengelola kapal induk serta kekuatan yang menyertainya.Serangan ke Pearl Harbor,Midway,Coral Sea dan New Guienia telah menjadikan keduanya bagian penting dari angkatan bersenjata secara keseluruhan,

Tak heran setalah PD II berakhir,AL AS mengajukan proposal kepada pimpinan Angkatan Bersenjata dan kongress tentang pembuatan kapal induk super(Supercarrier) yang lebih kuat daripada sebelumnya.Bagi mereka kapal induk merupakan alutsista yang strategis untuk menunjukkan eksistensi kekuatan militer dan politis dari berbagai dunia.Diluar dugaan,proposal ini ternyata diabaikan begitu saja karena AU AS lebih tertarik pembuatan pembom raksasa B-36D.

Pembom raksasa B-36D memang sedang populer dizamannya.Berkat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki,pesawat ini menangguk pujian karena andilnya cukup besar dalam menundukkan Jepang.Jalan proposal ini makin mulus ke meja Kongres karena banyak sekali mantan perwira AU AS yang menjadi senator.Lobi AL AS pun kerap terhenti dipintu depan.

B-36D,versi pembom yang paling maju,selanjutnya terbang pada 26 Maret 1949.Penerbangan yang seharusnya membanggakan ini menjadi pengalaman buruk bagi AL.Pasalnya,tak sampai sebulan dari penerbangan B-36D itu Kongres membatalkan program kapal induk USS United States yang dikerjakan sejak PD II.

Akan tetapi,Dewi Keberuntungan itu masih mau memihal AL.Tidak lama setelah krisis PD II menyurut,pergeseran keseimbangan militer sekonyong-konyong beralih ke Uni Soviet membuat pemerintah AS mulai berpikir tentang nilai strategis kapal induk dan penerbangan ALnya untuk memantau militer di Asia dan Eropa.

Kapal Induk bisa jadi penangkal cukup efektif oleh kelengkapan alutsistan yang dibawanya.Komposisi pesawat dalam berbagai fungsi dan kapal perang yang mendampingi gugus tugas sudah merupakan penangkal yang cukup ampuh dan menjadi wakil kehadiran AS untuk berbagai kepentingan.

Keinginan kongres untuk membuat kapal induk juga muncul akibat situasi politik dan kondisi keamanan Semenanjung Korea yang terus memburuk.Oleh karena itu menempatkan pasukan AS diwilayah Semenanjung Korea akan dianggap provokatif,mengirim kapal induk lebih realistis.Dilain pihak,kapal induk menjadi pilihan paling aman bagi personel AL AS yang boleh memakainya,dan pengoperasiannya bisa dilakukan diwilayah laut International.

Singkat cerita,pada pertengahan 1952 anggaran pembuatan kapal induk baru dikeluarkan.Kala itu digalangan kapal Newport,segera menyiapkan kapal induk super,yaitu USS Forestal,berbobo 76.000 ton.Kapal dengan panjang geladak 316,7 meter ini kemudia diresmikan penggunannya Oktober 1955.Ini adalah kapal induk pertama yang memiliki landasan miring,serta sistem peluncur pesawat dengan ketapel dan mirror landing deck untuk alat bantu pendaratan dengan dapur pacu 260.000 tenaga kuda.

USS Forestal selanjutnya memperlihatkan kepada banyak negara tentang betapa ampuhnya sistem penerbangan AL untuk mendukung operasi militer di belahan dunia.Harga per unitnya (lebih dari 3 milliar dolar) dan biaya pengembangannya sangat mahal,namun nilai politis yang diberikan dianggap setara dengan semua ongkos yang dikeluarkan.

Pengerahan kapal induk belakangan ini lebih fleksibel ketimbang mengirimkan kekuatan militer langsung dari pangkalan.Operasi militer yang dilancarkan ke Timteng dan Perang Falklands telah membuktikan bahwa kapal induk dan kekuatan udara yang diusungnya telah memudahkan Angkatan Bersenjata dan pemerintah dari dua negara untuk menuntaskan masalah keamanan yang berjarak ribuan mil.Pada akhirnya memang tidak semua negara mampu punya.Tapi disinilah kemudian letak fungsi,daya tangkal,dan prestise yang dipancarkan.

Simbol prestise ini terutama terlihat dari kapal induk dan juga kekuatan udaranya.Inilah alasan yang menjadi fokus bahasan blog ini tentang kapal induk.

SBD Dauntless merupakan pembom tukik AL AS yang diluncurkan dari kapal induk.Pesawat ini
disegani oleh kapal Jepang di era Perang Pasifik.






Comments

Popular Posts