AWACS:Radar Terbang Untuk Perang Udara


Perang Udara akan semakin kompleks melibatkan seluruh kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi.Konsep Airbone Early Warning And Control System,first,look,first kill menjadi dua hal yang sangat penting untuk bisa memenangi medan pertempuran sekaligus memenangkannya.

Perkembangan teknologi yang sangat maju telah membawa suatu perubahan yang besar menyebabkan taktik dalam peperangan modern terus bergeser secara fundamental pada penguasaan informasi terlebih dahulu sebelum pelaksanaan eksekusi.Merupakan suatu keniscayaan bahwa salah satu dalam mengambil keputusan akan menyebabkan kegagalan yang fatal.

Medan pertempuran yang makin kompleks yang makin membuat kewaspadaaan terhadap ancaman serangan musuh juga meningkat pula.Kemampuan suatu individu dalam berperang akan menjadi sia-sia manakala tidak dipadukan secara integratif dengan kemampuan pendukungnya.Dengan kata lain,sistem dari suatu sistem harus dibangun secara menyeluruh,terpadu,dan terkoordinasi.Disinilah konsep ISTAR (Intelligence,Surveillence,Target Acquitiotion dan Reconaisance) memainkan peran penting yang sangat vital,sehingga tindakan/eksekusi sebagai sesuatu keputusan akhir dari analisis informasi akan membawa pada suatu keberhasilan penyerangan dan meminimalisir kerugian.

Permasalahannya,bagaimana mengumpulkan informasi situasi medan perang sebanyak dan selengkap mungkin.Konsep ini kemudian dirumuskan,sehingga informasi yang didapat bersifat lengkap dan dapat didistribusikan kepada sistem-sistem perangkat secara real time.

Salah satu elemen yang mendukung pada tercapainya ISTAR tidak lain adalah Airborne Early Warning and Control (AWACS) pesawat inilah yang di analogikan sebagai perang menara kontrol untuk pengaturan semua perangkat perang,khususnya pesawat dan matra lainnya.Pesawat AWACS memberik informasi sebanyak-banyaknya dalam pertempuran.

Para personel USAF dari kesatuan 960th Airbone Air Control Sq tampak
sedang melakukan misi "Christmast Eve Santa" di dalam E-3 AWACS Sentry.
Radar terbang memiliki keunggulan dari radar yang ditanam vixed di darat karena sifat pergerakannya yang sangat mobile.Sedangkan radar fixed posisinya diketahui oleh musuh yang akan menjadi sasaran akan dimusnahkan terlebih dahulu.

Indonesia merupakan negara yang sangat luas,menjadikan pembelian pesawat AWACS merupakan hal yang wajib.Bagi Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemenhan RI Marsda TNI F.H.B Soelistyo mengatakannya kepada Angkasa di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AU,Januari lalu di Jakarta.Disamping tiu Indonesia berencana membeli Tanker (KC-46 Pegasus dan A330 MRTT) untuk kebutuhan pokok minimum."Ya,Kemenhan sedang menjajaki dua jenis pesawat ini," tandasnya.

AWACS atau AEW&C?

Pesawat E-3 AWACS Sentry dari kesatuan 963rd Airbone Air Control Squadron yang berpangkalan di Lanud Tinker,Oklahoma sedang melaksanakan misi di Lanud Mountain Home,Idaho pada 21 September 2009.Pesawaat saat itu berpartisipasi dalam latihan multinational Gunfighter Flag.E-3 memainkan perang sebagai kekuatan kawan "Blue Air" di mana USAF mengerahkan 450 personelnya dalam latihan.
Banyak orang awam atau bahkan media yang bingung memilih istilah AWACS atau AEW&C mulai muncul tahun 1970an sebagai kelanjutan atau peningkat dari fungsi AEW (Airbone Early Warning) generasi awal yang muncul mulai dekade 1950an.Berbeda dengan AEW yang misi utamanya "sebatas radar terbang",maka AWACS memiliki kembali,ekesekusi dan manajemen pertempuran C2BM (Command,Control,and Battle Management).

Sementara itu istilah AWACS (Airborne Early Warning And Control System) sendiri merupakan isilah yang dipakai tatkala USAF memperkenalkan pesawat peringatan dini pada dekade 1970-an.

Dan sesungguhnya istilah yang dipakai oleh industri pertahanan dan forum militer menggunakan AEW&C.Istilah AWACS sendiri umum dipakai oleh kalangan US dan media populer.Padahal istilah AWACS lebih "enak" dipakai dibanding AEW&C.

A NATO AWACS-radar-aircraft-stands-on-the-airfield-at-camp-marmal-
Beberapa pesawat AWACS yang dipakai beberapa negara-negara didunia.

Boeing E-3 AWACS Sentry
Ini adalah generasi pertama pesawat AWACS,sekaligus sistem yang kelak mempopulerkan istilah sendiri.Perannya sebagai "Dirigen Udara" bagi kekuatan digdaya AS.AS tidak pernah mengirimpak skadron pesawat tempurnya tanpa peran AWACS.Meski sudah berusia 40 tahunan (operasional sejak 1970an),namun secara teknologi tetap up-to-date lantaran AS kerap meningtkatkan kemampuannya secara berkala dan berkesinambungan.

Ciri fisiknya menjadi konfigurasi generik dan semacam "patron" bagi sistem-sitem AEW lainnya.yaitu keberadaan piringan radar yang digendong di punggung pesawat.Piringan yang tak lain adalah antena radar itu sendiri terbungkus oleh material yang teransparan terhadap gelombang radar.

Selain harganya yang mahal,penjualan Sentry kerap dibatasi hanya untuk negara NATO seperti Prancis dan Inggris.Arab Saudi mendapat restu dari AS membeli pesawat Sentry sebagai sekutu kawasan Timteng,kendali pembelian mendapat pertentangan dari Israel yang merupakan sahabat karib AS

Pembuat:Boeing Defense AS
Platform:Boeing 707
Varian:E-3A/B/C/G (AS) Sentry AEW.1(RAF),E-3F (French Air Force).
Perdana Operasional:1977
Kecepatan Maksimum:850 km/jam
Jangkauan Terbang:7.400 km
Maksimum Endurance:8 hours
Ketinggian terbang maksumum"12.500 meter


























Northrop Grumman E-2D Advanced Hawkeye
Kalau USAF punya E-3 Sentry.Berbeda dengan US Navy yang memiliki E-2D Advanced Hawkeye.Peran dan misinya tidak beda jauh.Meski bisa dipangkalkan di darat,pangkalan utamanya adalah kapal induk AS yang dijuluki "mini AWACS".

Meskipun jangkauan dan jarak terbangnya di bawah Sentry,daya endus Hawkeye terlampau jauh.Kapabilitasnya sensornya membuat Hawkeye menjadi indra utama bagi armada tempur gugus kapal induk AS.Dalam setiap pergerakannya terutama memasuki zona rawan,Hawkeye kerap kali berpatroli pada jarak jauh dari kapal induk yang bersangkutan.Ini memberi ruang dan waktu yang cukup bagi pesawat-pesawat tempur di kapal induk beraksi atas ancaman tersebut.

Pembuat:Norhtrop Grumman
Varian:
E-2A/B/(US Navy).
E-2C (Singapura,Israel,Jepang)
E-2C 2000 (Mesir,Prancis,Taiwan)
E-2D Advanced Hawkeye (US Navy
Operasional Perdana:1965
Kecepatan Maksimal:600 km/jam
Jangkauan Terbang:2600 km
Maksimum Endurance:5 jam
Ketinggian Terbang Maksimum:9.100 meter


























Boeing E-767
Inilah generasi terkini dari sistem AWACS karya AS.Pesawat ini dibuat khusus untuk JASDF (Pasukan Udara Bela Diri Jepang) yang membutuhkan pesawat AWACS dengan kecepatan dan jangkauan yang melebihi Hawkeye.Meski secara sistem sama dengan armada Sentry AS yang di Upgrade,namun Jepang memilih platform lain yang lebih baru,yaitu Boeing 767-200ER.

Dari sisi kapasitas muat,Boeing 767 dipilih lebih besar dari Boeing 707.Pesawat ini memiliki lantai kabin lebih luas 50 persen dari 707 dan volume yang lebih banyak dua kali lipat.Perangkat radar yang digunakan pada E-767 menggunakan multimoda sehingga dapat memisahkan sasaran-sasaran di laut ataupun didarat.Radar dapat menyapu sasaran melingkut 360 derajat dengan jarak jangkau 320 km.Jarak jelajah pesawat mencapai 10.370 km dan endurance selama 13 jam.Sedangkan MTOW mencapai 150 ton.

Kontraktor utama:Boeing
Platform:Boeing 767-200ER
Pengguna:Jepang (JASDF)
Kecepatan maksimal:900km/jam
Jangkauan terbang:10.300 km
Maksimum Endurance:13 jam
Ketinggian maksimum:12.200m 



























SAAB Erieye and Globaleye
Sistem ini disebut sebagai salah satu AWACS tercanggih diluas AS.Mekanisme pemindaiannya sudah menganut teknologi terkini yaitu pemindaian elektronik aktif (AESA).Pembuatan mendesain Erieye sehingga sistem yang modular penuh bisa dipasangkan di platform berbeda tanpa perubahan arti,

Sukses secara operasional di AU Swedia,membuat negeri itu mantap meningkatkan kemampuannya secara signifikan dan menawarkannya kepasar ekspor.Selain versi  AWACS,pabrikan melansir varian khusus untuk patroli maritim.

Kontraktor utama:SAAB Swedia
Platform varian;
- SAAB 340 (S100B Argus)
- SAAB 2000
- R-99.
Pengguna:
- Swedia
- Thailand
- Pakistan
- Uni Emirate Arab
- Brazil
- Yunani
- Meksiko
- India
Operasional Perdana:1996
Kecepatan maksimum:400 km/jam (S100B),600 km/jam (SAAB 2000),R-99 (800 km/jam).
Jangkauan Terbang:3000 KM (R-99),2000 km (S100B).
Maksimum Endurance: 
- 6 jam (S100B) 
- 4 jam (R-99)
Ketinggian Terbang maksimum:
11.200 meter (R-99)
7.600 meter (S100B)
9.000 meter (Saab 2000)














Phalcon Gulfstream G500 AWACS/EITAM
Meski belum bisa menandingi kelarisan Erieye,namun sistem AWACS ini disebut sebagai rival berat karena kecanggihannya.Bahkan beberapa media menyebutkan sebagai "yang tercanggih diluar AS".

Phalcon generasi terkini mengandalkan Elte EL/2-2085 berteknologi AESA yang terpasang pada biz Gulfstream G550.Kesatuan sistem ini kerap dilabeli CAEW (Conformal Airbone Early Warning) lantaran badannya terpasang radar dari tubuh.

Sebelum generasi terkini,Israel,Singapura,dan Chili mengoperasikan pertama Phalcon yang mengandalkan radar Elta EL/W-2075 yang dipasang Boeing 707.Ciri fisik yang paling menonjol adalah hidung pesawat yang tampak kurang proporsional lantaran berbentuk tonjolan besar.Kini tinggal Chili yang masih mengoperasikan generasi pertama dengan nama Condor,sementara Israel sudah menggantikannya dengan nama Eitam.

Kontraktor utama:IAI,Israel
Platform:Gulfstream G55/Boeing 707
Pengguna:Israel,Singapura,Chile
Operasional Perdana:2007
Kecepatan Maksimum:900 km/jam
Jangkauan terbang:11.000 km
Ketinggian terbang maksimum:15.000 meter














Boeing 737 AWACS
Tidak mau ketinggalan kereta melihat gencarnya pemasaran Erieye dan Phalcon.AS melansir generasi terbaru AWACS untuk pasar internasional yang dipasangkan ke Boeing 737NG.Radar terbang yang menjadi andalan bertipe pindai eklektronis yaitu MESA (Multirole Scanned Aray) buatan Northrop Grumman.

Boeing 737 AWACS ini ditawarkan spesifik sesuai kebutuhan dan pemesannya sehingga antara satu pemesan danpemesan lainnya terdapat spesifikasi elektronik yang berbeda.Australia contohnya,memesan spek khusus sehingga berbeda dengan yang dimiliki Turki dan Korsel,kendati mission systemnya tetap sama.

Pesawat berbasi 737 ini dipilih dengan jelas dengan pertimbangan yang matan.Sebagaimana merupakan pesawat paling laris didunia.

Kontraktor utama:Boeing
Platform:737-700 
Pengguna:
- Turki (Peace Eagle)
- Korsel (Peace Eye)
- Australia (Wedgetail)
Operasional perdana (2009)
Kecepatan maksimum:900 km/jam

Jangkauan Terbang:6.400 km
Maksimum Endurance:6 jam
Ketinggian terbang maksimum:12.500 meter



Beriev A-50 Mainstay

Konfigurasi yang dipilih Soviet (kini Rusia) untuk pesawat AWACS yang berkode NATO Mainstay ini sama dengan yang dimiliki AS.Piringan radar berputar dipasang di punggung pesawat bagian belakagn.Sebagai platform.Rusia mengandalkan berbasis pesawat angkut Il-76.

Meski disebut jauh lebih inferior dibanding rivalnya,E-3 Sentry,A-50 memiliki karier yang panjang.Hal ini terbukti diluncurkannya varian terbaru,A-50U,dan varian terakhir di tahun 2011,A-100.

Selain Rusia,pemakai A-50 adalah China dan India.China memasang radar buatannya sendiri dan menggabungkannya dengan beberapa komponen dari Rusia.Sementara India menggunakan radar buatan Elta dari sistem Phalcon,milik Israel

Kontraktor utama:Berieve Rusia
Platform:Il-76
Varian:
- A-50U/A-100 (Russia)

- KJ2000 (China)
- India (A-50EI
Operasional pertama (1984)
Kecepatan maksimum :900 km/jam
jangkauan terbang:6000 km/jam
Ketinggian terbang maksimum:12.000 meter

Comments

  1. microtouch titanium trim reviews
    Our reviews remmington titanium for the iron titanium Microtouch brand include ratings, reviews, ratings, photos, reviews, ratings, pictures, & more. titanium curling iron Rating: titanium dioxide sunscreen 3.7 garmin fenix 6x pro solar titanium · ‎1 review

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts