Saturday, January 19, 2019

Il-38 Sang Warisan Senjata Pusaka Perang Dingin


Di saat AS mulai menggantikan pesawat MPA P-3C dengan P-8A,Rusia justru masih mempertahankan pesawat di era perang dingin Il-38 hingga tahun 2030.


Berlokasi di Lanud Gronov Research Institute di musim panas 29 Juni 2015 silam,berlangsung sebuah acara khidmat serah terima sekaligus penyematan nama "Novella" untuk versi upgrade pesawat intai maritim Il-38 oleh Ilyushin ke komando Penerbangan AL Rusia.Upaya memperpanjang usia pakai pesawat peninggalan perang dingin ini didasarkan pada ketaggunhannya yang selama hampir lima dekade bertugas.Di lain pihak memang tidak ada anggaran bila harus mengupgrade pesawat baru.Hasil keseluruhan upgrade ini akan memperpanjang usia Il-38N hingga 15 tahun lagi.

Sebelumnya,pada mei 2015 Kemhan Rusia memberikan kontrak senilai 3,45 milliar rubel ke perusahaan Ilyushin meningkat kemampuan lima unit Il-38n yang harus selesai dalam kurun waktu tiga tahun.Hal ini ditindak lanjuti AL Rusia dengan pengiriman pesawat ke Pabrik Perbaikan Pesawat No.29 yang berlokasi di Pushkin,Leningrad untuk di overhaul.Selanjutnya,pemasangan sistem Novella P-38 buatan Leninets dipercayakan pada Biro Desain Myasischev yang dikerjakan di fasilitasnya di Lanud Zhukovsky,Moskow.Upgradepun dilanjut mulai Maret 2014 untuk menyelsaikan 20 unit Il-38 lainnya harus tuntas di tahun 2020.

Sistem Novella,begitulah julukan untuk perangkat navigasi dan search-track yang dicangkokkan Il-38.Sistem digital sepenuhnya ini terdiri dari radar resolusi tinggi,display,thermal imaging subsistem,sensor inframerah,magnetor,dan sistem elektronik cerdas (ELINT).Sistem ini digunakan untuk melakukan pencarian dan penargetan kapal selam serta kapal permukaan,mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 90 kilometer,target permukaan sejauh 320 kilometer,dan dapat mengawasi 32 obyek seara simultan baik di atas  maupun bawah permukaan air.Penerapan sistem baru ini serta merta akan menurunkan beban kerja para awaknya secara signifikan.

Pesawat versi upgrade pertama Il-38N Terbang perdana pada awal 2011 dengan hasil memuaskan.Untuk menggunakannya,dibutuhkan tujuh awak dari dua pilot (komandan dan kopilot),navigator,operator radar,operator penerima display,insinyur penerbangan,dan operator radio pesawat.

Penampilan sedikit berbeda dari pendahulunya yakni dibalur warna abu-abu gelap kebiruan membuatnya lebih angker serta mengusung 'nampan'sebagai wadah sistem ELINT di atas kepalanya.Bagian lain masih serupa dengan Il-38 lawas yakni tujuh ekor yang berisi MAD (magnetic anomaly detector) dan gelombang 'jakun' dibagian leher pesawat berisi radar pencari baru model Berkut (Golden Eagle).

Modernisasi sistem penargetanini menjadikan potensi tempur penerbangan AL Rusia meningkat tajam karena kemampuan mendeteksi kapal selam musuh bertambah secara signifikan.Jangkauan wilayah yang dipantau meningkat empat kali dari model sebelumnya,dari 2.200 km menjadi 9.500 km,memungkinkan militer untuk memperluas rentangan operasi maritim yang lebih jauh.

Il-38 dapat melakukan tugas pencarian dan pemburuan kapal selam secara solo atau bersama-sama.
(Bersama-sam dengan kapal anti kasel) serta melaksanakan peran lainnya sebagai wahana intai maritim dan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Untuk melepas alat pelacak dan penggebuk lawan,di bawah badan Il-38N tersedia dua internal bay.Di bagian depan sayap utama adalah rumah untuk sonobouy dan dibelakang sayap merupakan ruang bom dan torpedo.Memiliki beban tempur mencapai 9 ton yang berisi torpedo.bom anti kapal selam,ranjau laut,kontainer penyelamatan dan marine benchmark bomb (OMAB-12D) serta tak ketinggal misil penghancur Kapal perang Kh-35E (AS-20 Kayak) dan Kh-31A/P (AS-17 Krypton) garapan Tactical Missile Corp.(Sebelumnya sebagai Zvezda-Strela).































Ke medan Laga

Kelahiran Il-38 tak bisa dilepaskan dari kehadiran kapal selam rudal balistik AL AS di awal era 1960-an,untuk menangkalnya AL Soviet butuh pesawat jenis ASW (Anti Submarine Warfare).

Sentral Partai Komunis dan Dewan Menteri mengeluarkan instruksi bersama pada 18 Juni 1960,menyerukan agar segera menyiapkan platform ASW yang siap untuk diuji coba pada kuartal kedua tahun 1962.Lebih cepat dari itu,prototipe aerodinamis Il-38 pertama kali terbang pada tanggal 28 September tahun 19671 dengan pesawat produksi pertama menggelinding keluar pabrik September 1967.

Meski aslinya Il-38 dibangun berdasar pesawat penumpang sipil Il-18V,namun sebenarnya new build.Sepintas memiliki tampilan luar sama,namun badannya lebih panjang 4 meter dan sayap utama yang direlokasi 3 meter ke depan untuk mengkompensasi beban tambahan peralatan misi serta penyesuaian pusat gravitasi.Jendela kabin model sipil yang bertekanan (pressured).Masih tetap mengandalkan 4 mesin turboprop ivchenko/Progress AI-20M dengan baling-baling 4 bilah yang mampu menghasilkan daya 4.225 HP.Laju kecepatannya mencapai 625 km/jam,terbang hingga ketinggian 11.000 meter dan jangkauan mencapai 9.500 km atau 13 jam masa endurance.

Untuk menguji pesawat yang masih kinyis-kinyis ini,Maret 1968 satu skadron Il-38 dikerahkan Kairo,Mesir.Diterbangkan oleh awak Uni Soviet tetapi dalam tanda pengenal militer Mesir.Awak pesawat beroperasi cukup lama di negeri Firaun ini,dimana mereka baru ditaruk kembali ke negaranya pada tahun 1972.Semasa Perang Dingin Il-38 terus disebarkan oleh Uni Soviet ke negara sahabat lainnya,beroperasi di Yaman Selatan,Ethiopia,Libya dan Suriah.Seluruh misi militer di luar negaranya mulai berakhir di penghujung era 1980-an,sebelum runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991.

Usai perang dingin pun pesawat dijuluki 'May' oleh NATO ini juga masih aktif menguntit keberadaan kapal militer AS dan Sekutunya.Di antaranya terjadi 10 September 2010.Dilaporkan sebuah pesawat Il-38 AL Rusia terbang merapat sejauh 5 km dari kapal frigat berpandu misil USS Taylor yang sedang mengarung di Laut Barents.Lalu pada 7 Desember 2010,sepasang Il-38 AL Rusia muncul di atas laut Jepang dekat Semenanjung Noto,mengganggu Latgab JMSDF dan US Navy menyebabkan dihentikannya sementara waktu karena kekhawatiran Il-38 sedang melaksanakan misi pengintaian

Jumlah pasti produksi Il-38 tak diketahui,namun pihak Barat jumlahnya mencapai 60 hingga 65 unit yang disebar ke dalam tiga armada yakni Utara,Pasifik,dan Baltik.Tahun 1972 merupakan produksi terakhirnya bersamaan dengan masuknya pesawat ASW strategis Tu-142.Dengan berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991,seluruh armada Il-38 diambil alih oleh AL Rusia.Diperkirakan saat ini tersisa 35unit,dimana sebanyak 25 akan di-upgrade menjadi Il-38N dan 10 lainnya digunakan dal unit pelatihan.

Berbicara mengenai Il-38 sendiri,sebenarnya telah dilakukan pada pertengahan tahun 1990-an.Saat itu biro desain Tupolev dengan pesawatnya Tu-214 berhasil memenangkan persaingan yang menggeser pesawat amfibi Beriev A-40 sebagai platform untuk pesawat ASW generasi baru,naun tak tersedianya dana mengencetnya pengembangan.Kini terbetik kabar Rusia tengah menggarap pesawat Long Range Maritim Reconnaisance (LRMR) anyar pengganti Il-38N sekaligus Tu-142MZ.Sembari menunggu sang penerus muncul,AL Rusia akan tetap mmengandalkan 'senjata pusaka' warisan perang dingin ini hingga 2030 mendatang.

Naga Laut India

Pada tahun 1973 AL India mulai mengevaluasi tiga jenis pesawat untuk peran ASW.yakni Breguet Br.1150 Atlantic dari Prancis,Hawker Siddeley Nimrod dari Inggris dan Beriev Be-12 Chayka buatan Uni Soviet.Pesawat amfibi Be-12 tidak memenuhi persyaratan sedangkan Atlantic dan Nimrod harus dibaya dengan valuta asing yang langka.

AL India akhirnya membujuk Uni Soviet untuk mau melepas Il-38nya dimana akhirnya 5 pesawatnya karena produk Il-38 telah terhenti sejak 1972.Tiga unit pertama Il-38 diterima AL India tahun 1977 bersamaan dengan mulai aktifnya INAS 315 tanggal 1 Oktober 1977 menysul dua unit berikutnya tahun 1983 untuk mengisi skadron berlambang kuda terbang INS Hansa yang bermarkas di Dabolim,Goa.

Sebuah kecelakaan udara tragis terjadi pada 1 Oktober 2002,saat perayaan pesta perak INAS315.Padahal,saat itu kelima Il-38 berhasil membukukan lebih 30.000 jam terbang bebas kecelakaan.Pesawat beregistrasi IN302 dan IN304 saling bersenggolan saat terbang sejajar tepat di atas Bandara Dabolim.Kedua pesawat menghujam bumi dan menewaskan semua awaknya (enam kru pesawatnya).

Sebelum terjadi musibah India sebenarnya telah menekan kontrak untuk mengupgrade kelima il-38 miliknya untuk menggunakan sistem Novella dengan nama ekspor Sea Dragon (SD) pada september 2001.Transaksinya mencapai 205 juta dolar AS.



Pesawat pertama IN301 telah dikirim Maret 2002 untuk dilakukan overhaul oleh Ilyushin,sedang pengerjaan instalasi sistem Sea Dragon dipercayakan Mir (anak perusahaan Leninets.Prototipe hasil modernisasi bernama Il-38SD ini terbang perdana tanggal 9 Juli 2003 dari Pangkalan Udara Khodinka,dekat Moskow.

Selanjutnya AL India mengirim dua lainnya IN303 dan IN305 pada Desember 2003.Akhir tahun 2005 ketiga IL-38SD kembali bergabung dengan skadronnya.India akhirnya juga mendapat pengganti dua Il-38 yang hancur (diambil dari stok AL Rusia) yang dikirim tahun 2010 yang proses pengadaannyatelah diupayakan sejak 2005.

Upgrade Il-38SD meliputi avionik dan suite peperangan elektronik terkini.Perangkat yang diinstal SAR/ISAR (invers synthetic aperture radar) sistem intelijen elektronik cerdas (ELINT) juga sensor FLIR resolusi tinngi yang ditempatkan dibawah hidung,radar pencarian dan serangan,kamera televisi cahaya renda,sensor ESM srta MAD dan sonobuoy aktif/pasif.Keseluruhan upgrade ini menjadikan kemampuan Il-38SD setara dengan Il-38N milik AL Rusia begitu pula dengan tampilan yang sama.

Dalam hal persenjataan,sebelumnya AL India berhasil memodifikasi Il-38 lawas miliknya hingga bisa meluncurkan rudal anti kapal Sea Eagle buatan BAe Dynamics,Inggris  berjangkauan yang digantung disisi badan tepat di belakang sayap.Pada Il-38SD sepasang ruda ASM buatan Rusia Kh-35E berhasil dicangkokkan di pangkal bawah sayapnya.Rudal berjarak jangkau 130 km ini turut diuji cobakan dalam TROPEX (Theatre Readliness and Operasional Exercise) pada tanggal 8 Februari 2017 silam.Kh-35E yang dirilis dari Il-38SD berhasil menghancurkan kapal perang bekas milik AL yang ditempatkan Laut Arab.

AL India bahkan merencana melengkapi Naga Laut-nya dengan sepasang rudal BrahMos-A (air launched) yang dikembangkan berdasar misil jelajah permukaan ke permukaan hasil kerja sama DRDO (Defense Research and Development Organistation) India dengan NPO Mashinostroeyenia Rusia.Misil supersonik yang juga dikenal dengan nama Yakhohnt di Rusia ini memiliki kecepatan 2,8 mach (mendekati  3.000 km/jam) yang dapat menyasar target dalam kisaran 290 km jauhnya.Sayangnya pengembangan sendiri terkendala karena besarnya diameter misil sehingga sulit digantung di pangkal sayap disebabkan ground clearence Il-38 kurang tinggi.Di lain pihak pesawat yang akan dimodifikasi juga sudah uzur dan sudah tidak lagi berdinas,menjadikan proyek ini dibekukan.

India satu-satunya negar yang diperbolehkan menggunakan pesawat ASW Il-38 dan Tu-142 di luar Uni Soviet (Kini Rusia).Sejalan dengan penuaan usia keduanya,AL India mulai mencari pengganti.Karena tidak ada kepastian pengembanga pesawat ASW/MPA dari Rusia,akhirnya di tahun 2007 AL India mulai mengevaluasi dua kandidat pesawat Long Range Maritime Reconnaisance (LRMR) baru berbasi Airbus A319 dan Boeing 737.Akhir cerita,Boeing terpilih untuk memasok 10 pesawat yang dinamai P-8I ini.P-8I pertama mulai diterima AL tahun 2013 dan secara berangsur akan menggantikan posisi 8 unit Tu-142MKE yang bermarkas di INS,Rajali,Arakkonam,Tamil Nadu,sedangkan Il-38SD akan tetap bertugas hingga 2025 mendatang.

SPESIFIKASI Il-38N/SD

Kru:7-8 awak
Panjang:40.185 m
Rentang sayap:37.4 m
Area sayap:140 m
Berat kosong:35,500 kg
Maksimum berat lepas landas:66,500 kg 
Mesin:4 x ivchenko/progress AI-20M turboprop,4.225 hp each.

Kemampuan

Kecepatan Maksimum:654 km/jam
Jarak terbang:7,500 km
Durasi:13 Jam
Minimum ketinggian:11,000 m
Maksimum menanjak:5.33 m/s 
Persenjataan:9 ton termasuk depth charges,ranjau laut,torpedo,misil dan bom.


No comments:

Post a Comment