Mengapa Pesawat Desain Sayap Ayun mulai punah?


Hallo sahabat AviationFansIndo.Kali ini saya akan mengarang artikel mengapa pesawat yang memliki sayap ayun sudah mulai langka.

Pertama-tama,desain pesawat sayap ayun pertama didunia dimulai Messerschemitt P1011,Pesawat ini adalah pesawat eksperimental rancangan Jerman yang berawak satu dan bertenaga turbojet junkers jumo.Sayapnya dapat diset pada 30-45 derajat sebelum terbang.Meskipun tidak bisa berayun saat terbang,inovasi dan konsep ini diadopsi sebagai dasar pengembangan pesawat Bell X-5 dan Grumman XF-10F Jaguar.Sayangnya pesawat buatan Messerschemit ini tidak sempat terbang,karena keburu perang berakhir dan data-datanya dikirim ke AS


Robert Wood dari pabrik Bell Aircraft menemukan data-data tadi dan akhirnya bersama NACA (National Advisory Comitte on Aeronautics) merancang Bell X-5 yang sebagian komponennya berasal dari P1011.X-5 Terbang pertama kali pada tanggal 20 Juni 1951 dengan sayap bisa diayun dari 20 hingga 60 derajat di udara.

Sedangkan XF-10F-1 Jaguar rancangan Grumman berhasil melaksanakan terbang perdana pada 19 Mei 1952,meskipun tidak berhasil mencapai tahap operasional.Namun data-data dan warisan dari pesawat yang wujudnya sangat buruk kemudian disumbangkan ke F-14 Tomcat.

Jawabannya adalah biaya operasional yang sangat mahal dan perawatannya juga merepotkan.

Sebagai contoh pesawat pembom F-111A Aardvark milik USAF memiliki kemampuan membawa senjata yang lebih banyak dan keunggulan jarak jangkau 60% lebih baik dibandingkan F-15 dan terbang cepat di ketinggian rendah,ternyata membutuhkan 170 jam maintenance tiap terbang.

F-111 Aardvark milik RAAF yang sudah dipensiunkan tahun 2010 lalu.
Kemudian F-111 Aardvark dipensiunkan tahun 1996 disusul juga EF-111 Raven (varian F-111perang elektronik yang juga dipensiunkan tahun 1998) dan kemudian digantikan oleh F-15E.



Kemudian F-14 Tomcat milik US Navy juga mulai ketinggalan jaman ditahun 2000an menjadi maintenance nightmare di kapal induk.Membutuhkan puluhan jam maintenance per jam terbang.

Beruntungnya US Navy menemukan pengganti yang tepat untuk Tomcat.F/A-18E/F Super Hornet tidak hanya jauh lebih modern.Tetapi lebih sering terbang,biaya lebih murah,dan sebenarnya bermanuver lebih ketat dibanding Tomcat.

Begitu juga Tornado GR.4 milik RAF sidah dipensiunkan tanggal 14 Maret 2019 lalu di RAF Marham.Pesawat ini beroperasi di dinas RAF selama 37 tahun.Sejak tahun 1982,pesawat ini memasuki layanan RAF.Tornado dibagi beberapa varian F.3,ECR,GR1,dan GR.4.




Demikian juga Panavia Tornado.Itu karena semuanya peninggalan dari desain tahun 1970-an.Tidak ada lagi pesawat yg baru yg didesain dengan sayap ayun.Relevansi sayap ayun itu adalah untuk bermanuever lebih baik pada kecepatan lambat (sayap diayun ke depan), atau memperkecil drag sewaktu terbang supersonic (sayap diayun ke belakang).


Dewasa ini, sebenarnya kerumitan desain sayap ayun juga semakin tidak relevan karena dimulainya penggunaan sistem Fly-by-wire.YF-16 yang mempelopori pemakaian FBW di tahun 1974.



Supercruising Eurofighter Typhoon bahkan dapat terbang disamping UH-60 Blackhawk yg kecepatannya jauh lebih lambat... berkat sistem FBW


Penutup

Sahabat AviationFansIndo,itulah alasan diatas mengapa pesawat sayap ayun sudah mulai langka.Meskipun juga ada pesawat sayap ayun yang masih terbang seperti Su-24 Fencer,B-1B Lancer,dan Tu-160 Blackjack.Cukup admin Ikhsan Majid untuk memberi informasi soal pesawat sayap ayun.Jangan lewatkan post-post kami berikutnya.Kami juga menerima kritik dan saran.Jangan lupa komen jika kalian menyukai postingan kami.Sekian dari saya dulu ya,terima kasih.















Comments

Popular Posts