John Richard Boyd,Sang bapak F-16

Meski lahir dari tangan puluhan enjinir dan perancang,ada satu orang yang dikabulkan berbagai pihak "arsitek sesungguhnya"dari F-16 Fighting Falcon.Dia adalah John Boyd,mantan penerbang tempur yang banyak menangguk pengalaman perang udara di Vietnam.Pemikirannya diakui sebagai dasar-dasar format F-16,juga untuk jet tempur masa datang.


Meski pemikirannya cemerlang,toh tak mudah bagi kebanyakan orang untuk bicara dengannya.Bagi yang baru pertama kali kenal,khususnya,boyd cenderung angkuh.Lawan bicaranya juga kerap dibuat jengkel,kesal,sakit hati.

"Bicara dengan Boyd memang tidak nyaman.Dia tak sungkan menunjukkan jarinya ke dada kita demi memaksakan pendapat.Bahkan jika kita hanya termangu-mangu,dia tak segan berbicara dengan nada tinggi,"Kamu dengar yang saya katakan?'atau,"kau ngerti enggak maksud saya/,:kenang Harry Hillaker kepada Code One,majalah internal Lockheed Martin khusus F-16 (April/Juli 1997)

Harry Hillaker yang kemudian hari menjadi sahabat karib Boyd dan menjadi kepala perancang pertama F-16,awalnya juga bisa dianggap sebagai salah seorang "korban keangkuhan Boyd."

Manajemen energi
pengenalannya dengan boyd diawali dengan ketidaksengajaan.Tatkala sedang menjajaki pembom F-111 di klub perwira Lanud Eglin,Florida,tanpa ditanya Boyd yang ada diantara perwira yang hadir,berdiri lalu memarahi pesawat ini.Tanpa tedeng aling-aling.Korban Hillaker yang hadir sebagai enjinir senior General Dynamics,kaget bukan kepalang.

Namun sejarah menentukan lain,khususnya setelah Hillaker,-mau tak mau-harus sering berhubungan dengan penerbangan satu ini.

Dalam perjalanan karir Hillaker,Boyd yang kala itu masih berpangkat mayor justru tidak banyak memberi pandangan baru tentang keunggulan yang harus dimiliki pesawat tempur,lebih dari yang ia pernah terima dari sekian banyak sejawatnya.Semasa tugasnya di Vietnam,sebagai penerbang F-105 Thunderchief,Boyd rupanya kerap duel dengan jet-jet tempur MiG Vietnam Utara dan mencatat banyak kekurangan jet-jet tempur bikinan AS.

Disana,ia juga sering mencermati kelebihan-kelebihan yang amat khas pada jet tempur milik Uni Soviet.Dari berbagai catatan yang terekam sempurna di kepalanya ini,ia lalu meramu menjadi semacam postulat yang awalnya membuat insinyr mengenyitkan dahi.Ia menamainya sebagai postulat manajemen energi.

Kenapa manajemen energi?Menurutnya,itu karena energi yang muncul saat sebuah jet tempur melakukan manuver khusus dengan kecepatan tinggi,sesungguhnya bisa "dimanfaatkan" untuk melakukan manuver lain yang lebih dahsyat.Kekuatan alam ini pertama kali ia sadari muncul tatkala seorang diri segerombol MiG-17,

Peristiwa ini terjadi pada April 1965,di atas wilayah Vietnam Utara,tak lama setelah membom jembatan Than Hoa.Dalam posisi yang tidak menguntungkan,tersebut ia sempat frustasi,terlebih setelah tiga F-105 rekannya tertembak.Posisi jet-jet MiG itu sebenarnya sudah enak sekali,menguntit dar belakang!

Namun,tanpa rencana,ia telah menambah power,menarik tuas kemudi,lalu menanjak dan berbalik,Gerakan sulit ini rupanya bisa mengubah keadaan.Dalam beberapa detik ia bahkan telah berbalik posisi,dan tanpa pikir panjang langsung menembakkan kanon 20mm.Dua-Tiga MiG-17 yang tadi mengejar,saat itu pula harus menerima kenyataan,jatuh akibat tertembus puluhan peluru.

Semula Boyd tak habis percaya,manuver yang tidak direncanakan itu bisa terjadi dengan sempurna.Maka,pulang dari Vietnam,manuver singkat itu terus menerus dipelajari.Ia meyakini,pasti ada kekuatan alam yang menyertai gerakan spontan yang hanya berlangsung selama 40 detik itu.Untuk mempelajarinya,ia pun mengulang-ulang gerakan tersebut dengan jet F-15 Eagle,hingga pada suatu hari didapatkanlah sebuah fakta bahwa dari gerakan menanjak lalu berputar dalam kecepatan tinggi,akan muncul energi yang memungkinkan pesawat untuk melesat dengan dorongan luar biasa.

Tak heran kalau postulat ini kerap dijuluki teman-temannya sebagai "fourty second Boyd".Belakang dipahami,bahwa dalam manuver singkat itu telah berlaku semacam konversi energi.Dan,untuk teorinya ini General Dynamics dan Northrop memberinya penghargaan khusus.

Singkat cerita,setelah mematangkan konsep pesawat tempur ringan-lincahnya bersama tim kecil yang diberi nama 'Lightweight Fighter Mafia',Boyd pun rajin memaparkannya dalam seminar-seminar di Washington DC.Di seminar-seminar ini ia juga kerap menyuarakan permintaan agar AU AS segera membuat perubahan dalam rancangan pespur baru.

Pucuk dicinta ulam tiba.Desakan-desakan itu akhirnya bisa direalisasikan,segera setelah USAF membuka pengadaan tender pesawat tempur baru ringan pada tahun 1972.Dalam proyek ini,tim John Boyd memprkuat General Dynamic.Dan,General Dynamic sendiri tercatat sebagai salah satu dari lima pabrikan yang ikut serta yang tender cukup prestisius tersebut.

Dalam pertarungan,muncul dua kandidat terbaik.Pertama,rancangan GD yang disebut Model 401.Kedua,rancangan Northrop yang dinamai YF-17 (Y,istilah untuk prototipe).Masing-masing kemudian diberi dana 38-39 juta dollar AS untuk merealisasikan rancangannya.Dari kedua desain yang diperkenalkan awal 1972 ini,Model 301 terpilih sebagai pemenang.Desain inilah yang selanjutnya dasar pembuatan YF-16 alias prototip F-16.

Maka,tak heran jika 'petuah'John Boyd begitu membekas pada seluruh jajaran F-16.Banyaknya penyedarhanaan dan diterapkannya fly-by-wire,benar-benar telh menjadikannya lebih ringan.Bahkan dengan mesin yang tergolong berkekuatan kecil (F-100-PW-200),thrust to weight ratio yang dihasilkan masih terbilang lebih besar dari jet-jet lain pada umumnya.Fakta inilah yang membuatnya lincah di udara.

YF-16 yang tergolong mudah dikemudikan karena avioniknya yang tak serumit pesawat tempur lain,Bentuknya yang mungil,sederhana,dan avionik yang kompak,juga memberi keuntungan lain.Pesawat ini sanggup berlaga diudara dengan jarak yang cukup jauh dari pangkalannya.Radius operasinnya mencapai 926 kilometer.Hasil memuaskan juga dicapai lewat uji manuver yang dikatakan lebih unggul dari MiG-17 dan MiG-21.

Begitupun,dijelaskan,tak hanya F-16 yang menggunakan konsep dan pemikiran Boyd.Sejumlah jet tempur yang lahir setelah F-16 menerapkaannya.Postulat Boyd bahkan juga dibakukan sebagai prinsip misi udara penerbang tempur AS.Taktik serangan udara operasi badai gurun (Desert Storm),misalnya,banyak disusun berdasarkan garis-garis yang telah ditetapkan Boyd.

Jasanya begitu besar untuk kemajuan AU AS.Walau demikian,pengakuan yang diberikan negaranya tidak otomatis mendongkrak pangkatnya .Boyd yang sederhana dan pekerja keras dan pensiun sebagai pangkat kolonel.Ia meninggal pada 9 Maret 1997 akibat kanker,namun pemerintah AS berkenan memakamnya di Taman Makam Pahlawan Arlington.

"Warisan adalah ribuan F-16 yang hingga kini masih bekerja-keras menjaga wilayah udara di berbagai belahan dunia."ujar Hillaker,anggota Fighter Mafia yang juga dikenal "Father of F-16".Hillaker yang di masa tuanya masih dipercaya konsultan khusus Pesawat Taktis Lockheed Martin,meniggal 8 Februari 2009,dalam usia 89 tahun.

Comments

Popular Posts